Siswa SMKN 5 Surabaya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Gunung Arjuna Usai 100 Hari Hilang
Nasional

Jasad siswa SMKN 5 Surabaya bernama Faiqus Syamsi sudah dinyatakan hilang sejak Desember 2018 yang lalu. Pada saat itu, ia terpisah dari rombongan ketika hendak menuju puncak Gunung Arjuna.

WowKeren - Faiqus Syamsi, siswa SMKN 5 Surabaya yang dikabarkan hilang sejak 18 Desember 2018 lalu akhirnya ditemukan. Akan tetapi, Faiqus ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tersisa tulang belulang saja.

Tim SAR gabungan menemukan jasad Faiqus di Lembah Kijang dan di dabat Puncak Bayangan. Setelah 100 hari menghilang, kondisi jasad Faiqus yang ditemukan hanya berupa tulang kaki dan juga tulang tangan.

Setelah dilakukan identifikasi, keluarga memastikan jika jasad tersebut merupakan Faiqus, warga asal Jalan Kendangsari XV/VI Surabaya, Jawa Timur. "Keluarga memastikan jika kerangka itu milik Faiqus Syamsi. Tim sempat mencari tulang tengkorak dan tulang lain hingga 100 meter dari lokasi penemuan, tetapi tidak menemukan apa-apa," terang Farid Kurniadi, Komandan Tim Pencarian, seperti dilansir Kompas pada Sabtu (6/4).

View this post on Instagram

Hari Kamis tanggal 04 April 2019 Pukul 20.00 wib kami mendapatkan informasi sehingga kami pun bergegas dan membulatkan tekad untuk menuju ke suatu tempat dimana beberapa bulan di akhir tahun 2018 sampai awal tahun 2019 melakukan pencarian sampai beberapa minggu.. Pada akhirnya sang khalik memberikan petunjuk untuk kami dimana kami masih menyimpan memory dan data yang kuat tentang waktu itu. 8 personil pun berangkat dengan penuh semangat dalam misi kemanusiaan ini.. Selamat jalan " faiqus Syamsi " Sekarang kamu sudah tidur dalam pelukan hangat sang khalik. Semoga tidak ada lagi kejadian kejadian kecelakaan di Gunung yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Karena puncak gunung adalah bonus dan pulang ke rumah dengan selamat adalah tujuan..!!! " Al Fatihah " 📷 : Slide II adalah proses evakuasi pada hari Jumat tanggal 05 April 2019 pukul 12.13 wib. #avignamjagataamagram #sarsu #sarsurabaya


A post shared by SAR SURABAYA (@sarsurabaya) on

Sebelumnya, Tim SAR mendapatkan informasi mengenai adanya tulang belulang di lokasi pendakian. Informasi tersebut didapatkan dari pendaki yang turun dari Gunung Arjuna. Setelah itu, tim langsung melakukan penelusuran dan mengevakuasi tulang belulang tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara, Sidoarjo pada Jumat (4/4).

Faiqus hilang kontak pada saat melakukan pendakian pada 16 Desember 2018 yang lalu. Ia terpisah dari rombongannya saar akan menuju puncak Gunung Arjuna.

Setelah mendapatkan informasi hilangnya Faiqus, Tim SAR langsung melakukan pencarian hingga 10 hari setelah dinyatakan hilang. Pada 26 Desember 2018, pencarian Faiqus resmi dihentikan.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait