TKN Jokowi Nilai Kampanye Prabowo di GBK Campur Adukkan Kegiatan Politik dengan Agama
Twitter
Nasional

TKN Jokowi menilai kegiatan keagaman yang seharusnya sarat akan nilai kebaikan dan kerukunan justru dikaburkan dengan kepentingan politik sehingga membuat nilai-nilai ibadah terdegradasi.

WowKeren - Kampanye akbar Paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (7/4) kian menjadi sorotan. Apalagi setelah viralnya agenda salat subuh berjamaah dimana saf antara laki-laki dan perempuan bercampur.

Tim Kampanye Nasional (TKN) [c-Joko Widodo] alias Jokowi-Ma'ruf Amin ikut mengkritik acara tersebut. Wakil ketua TKN Arsul Sani menilai adanya saf laki-laki dan perempuan yang bercampur disebabkan karena agenda politik dicampur dengan kegiatan agama. Akibatnya, aktivitas ibadah itu sendiri menjadi terdegradasi.

"Acara kampanye itu dicampurbaurkan antara cara kampanye yang notabene merupakan forum politik dengan kegiatan ibadah dan keagamaan," kata Arsul, Senin (8/4). "Ini menjadi terdegradasinya nilai-nilai keagamaan."

Padahal menurut Arsul, kegiatan keagamaan seharusnya sarat akan nilai kebaikan, kerukunan, dan cinta tanah air. Sayangnya, nilai-nilai tersebut justru tersamarkan dengan kepentingan-kepentingan politik sehingga membuat intisari kegiatan keagamaan menjadi kabur.



"Yang seharusnya penuh dengan ajakan-ajakan yang baik (ma'ruf), pesan kerukunan (ukhuwah) dan cinta tanah air (hubbul wathan) dicampurkan dengan kepentingan-kepentingan politik," jelas Arsul. "Yang muatannya jauh dari ajakan-ajakan yang melekat pada acara keagamaan. Bahkan di dalamnya disertai dengan ujaran kebencian dan fitnah."

Lebih jauh, Arsul juga menyinggung mengenai surat Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai mengkritik kampanye akbar Prabowo-Sandiaga. Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai bahwa surat SBY merupakan wujud kekhawatiran terhadap pengembangan politik yang tidak sehat.

"Ini merupakan pengembangan politik identitas yang tidak sehat," lanjut Arsul. "Sebagaimana yang "diprotes" oleh Pak SBY."

Adanya fenomena saf salat yang bercampur menunjukkan manajemen kampanye Prabowo-Sandiaga masih belum matang. Sehingga hal ini menyebabkan ibadah salat yang harusnya bisa dilakukan dengan tertib justru jauh dari kata teratur. "Acara tersebut menunjukkan berantakannya manajemen kampanye #02 dalam menjaga keteraturan ibadah salat yang merupakan rukun Islam," tutur Arsul.

Fenomena tersebut juga mendapat tanggapan Ma'ruf. Ma'ruf mengatakan bahwa bercampurnya saf laki-laki dan perempuan saat salat juga bisa dijumpai di Masjidil haram, arab Saudi. Namun, hal itu adalah pengecualian san saat ini pun sudah ada pemisah antara jamaah laki-laki dan perempuan di sana.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait