Markasnya di Yogyakarta Diserang Massa Diduga Simpatisan PDI-P, FPI Tuntut Aparat Bertindak Tegas
Nasional

Massa diduga simpatisan PDI-P sempat terlibat kericuhan di area markas Front Pembela Islam (FPI) Yogyakarta. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI langsung mengambil sikap tegas atas kejadian tersebut.

WowKeren - Massa diduga simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sempat terlibat kericuhan di area markas Front Pembela Islam (FPI) Yogyakarta. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI langsung mengambil sikap tegas atas kejadian tersebut.

DPP FPI menyatakan sikap mereka dan memberikan tiga poin penting. Pernyataan sikap DPP FPI tersebut ditandatangani oleh Ketum KH Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum Munarman. Dalam pernyataan tersebut, FPI menyinggung soal perlakuan aparat kepada kubu pendukung 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan menuntut perlakuan yang sama bagi massa PDI-P tersebut.

"Dewan Pimpinan Pusat-Front Pembela Islam (DPP-FPI) mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum yang tegas sebagaimana yang sering dipraktikkan ketika tuduhan pelanggaran hukum dituduhkan kepada pendukung 02," jelas Munarman dalam pernyataan tersebut. "Sudah menjadi standar aparat penegak hukum, ketika pendukung 02 dituduh melanggar hukum walau dengan baru terindikasi, maka tindakan tegas penangkapan melalui cara-cara seolah pelanggaran hukum berat dan berbahaya bahkan dengan segala ekspose media besar-besaran."


Oleh sebab itu, DPP FPI mendesak aparat untuk mengambil sikap yang sama. "Maka kini sikap yang sama mestinya mesti dipraktikkan oleh aparat hukum untuk menunjukkan bahwa aparat hukum tetap profesional, modern dan terpercaya," lanjut Munarman.

Diketahui, kericuhan tersebut terjadi di Jalan Wates, Kecamatan Gamping, Sleman. Awalnya, massa simpatisan PDI-P semula akan menghadiri kampanye terbuka Tim Kampanye Daerah Joko Widodo-Ma'ruf Amin di alun-alun Wates, Kulonprogo.

Dalam perjalanan, mereka harus melewati Jalan Gamping tersebut. Polisi menduga aksi ricuh tersebut dipicu karena adanya provokasi.

"TKP-nya di Gamping. Jadi, banyak massa dari kota Yogya, dari Sleman harus melewati jalan tersebut. Sekitar jam 11 siang, massa pendukung TKD yang berangkat dalam kelompok-kelompok kecil salah satunya berhenti ketika di depan lorong titik bentrok," jelas Kepala Bidang Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Yulianto, dilansir <i>CNNIndonesia.com</i> pada Senin (8/4). "Termasuk di titik (markas FPI) itu juga. Tapi, anggota tidak banyak. Ketika peristiwa terjadi, anggota lain yang ada di sekitar segera merapat membantu pengamanan."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait