Nasdem Tegaskan Pemberian Sajadah oleh Caleg-nya yang Berujung Konflik Bukan Masalah Partai
Instagram/official_nasdem
Nasional
Pemilu 2019

Sebelumnya, viral video yang memperlihatkan jamaah yang marah-marah sambil mengeluarkan karpet masjid pemberian salah satu Caleg partai Nasdem yang gagal dalam perolehan suara.

WowKeren - Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terus melakukan pembaharuan mengenai penghitungan perolehan suara. Tak hanya Capres-Cawapres, namun juga untuk Caleg. Meski demikian, sejumlah lembaga survei telah merilis hasil hitung cepat mereka. Namun, ada saja pihak yang tidak puas dengan hasil ini.

Belum lama ini viral video di media sosial yang memperlihatkan warga yang marah-marah sambil mengeluarkan karpet yang sebelumnya terpasang di dalam masjid. Diketahui, karpet tersebut merupakan sumbangan dari salah seorang Caleg di Maluku Utara, Ahmad Hatari.


Ahmad merupakan Caleg DPR RI Partai Nasdem. Sayangnya, ia harus kalah dalam perolehan suara sehingga membuatnya mengungkit-ungkit kembali karpet masjid yang telah ia sumbangkan. Warga yang merasa tersinggung akhirnya mengembalikan karpet tersebut.

Terkait hal ini, pihak Partai Nasdem angkat bicara. DPW Nasdem Maluku Utara mengatakan bahwa persoalan tersebut sifatnya perorangan. Ketua DPW Nasdem Maluku Utara Isak Naser mengatakan bahwa masalah yang terjadi itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Ahmad.

"Masalah ini merupakan-sifatnya perorangan Pak Ahmad Hatari," kata Isak saat konferensi pers di Ternate, Minggu (21/4). "Sehingga, segala tanggungjawab dari peristiwa itu, jadi tanggungjawab yang bersangkutan (Ahmad Hatari)."

Isak menjelaskan bahwa pihaknya pasti akan menanggapi segala permasalahan yang berhubungan dengan partai. Namun, setelah dilakukan investigasi di lapangan serta meminta keterangan dari tokoh masyarakat, ternyata kasus Ahmad tidak terkait dengan partai. Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim investigasi Fahruddin Maloko.

"Saya menggarisbawahi bahwa peristiwa ini adalah masalah pribadi Pak Ahmad Hatari," jelas Fahruddin yang juga hadir dalam acara konferensi pers tersebut. "Namun, karena kedudukan beliau sebagai calon anggota PDR RI dari Partai Nasdem sehingga dari DPW sendiri merasa penting untuk melakukan investigasi, dengan surat tugas dari DPW."

Fahruddin menjabarkan bahwa masalah tersebut bermula dari kesalahpahaman yang terjadi antara Ahmad dengan para jamaah di masjid. Menurutnya, pernyataan Ahmad yang belum selesai disampaikan seluruhnya mengundang reaksi spontan dari warga sehingga terjadi bentrok.

"Antara pak Ahmad Hatari dengan jamaah di solat Jumat jadi kesalahpahaman. Ini terkait dengan penyampaian pak Ahmad Hatari yang belum selesai saja," tutur Fahruddin. "Sehingga terjadi bentrok, reaksi spontan dari jamaah di Masjid. Jadi kira-kira seperti itu. Kesalahpahaman antara apa yang disampaikan Ahmad Hatari di Masjid di Tomalou."

You can share this post!

Related Posts
Loading...