Sebelumnya, Ketua KPU, Arief Budiman, menjelaskan bahwa kesalahan entri data Pemilu 2019 pada sistem informasi penghitungan (Situng) merupakan akibat human error.
- Bertilia Puteri
- Senin, 22 April 2019 - 13:43 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, sebuah foto yang menunjukkan kesalahan Komisi Pemilihan Umum (KPU) entri data pada sistem informasi penghitungan suara (Situng) viral di sosial media. KPU lantas menduga kesalahan entri data tersebut merupakan akibat human error atau faktor kesalahan manusia.
"Saya tegaskan tidak ada niat untuk curang," tutur Ketua KPU, Arief Budiman, dalam jumpa pers pada Sabtu (20/4) kemarin. "Kalau terjadi karena kesalahan input, itu saya menduga murni karena kesalahan human error."
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun geram dengan kinerja KPU. Wakil Direktur Advokat dan Hukum BPN, Ferdinand Hutahaean, menyindir kesalahan entri data KPU sebagai peristiwa terunik di dunia.
"Ini peristiwa human error terunik sedunia, bahwa human error konsisten hanya mengurangi Prabowo dan konsisten menambah suara Jokowi," ujar Ferdinand dilansir VIVA pada Senin (22/4). "Bagi KPU ini human eror, tetapi ini lebih kepada human order kelihatannya."
Ferdinand mengaku tak habis pikir dengan respon KPU. Politisi Partai Demokrat tersebut lantas meminta KPU agar bisa mengambil sikap untuk meredakan ketegangan pemicu konflik.
"Kenapa bisa konsisten kesalahannya selalu mengurangi Prabowo dan menambah suara Jokowi," tutur Ferdinand. "Kami berharap KPU menghentikan ketegangan-ketegangan yang memicu sosial masyarakat kita, memicu semakin ketidakpercayaan kali ini karena ulah KPU ini."
Menurut Ferdinand, KPU harus bisa bersikap profesional sebagai konsekuensi penyelenggara Pemilu 2019. Ia khawatir kepercayaan masyarakat kepada KPU akan berkurang.
"Masyarakat akan menilai KPU sengaja. Masyarakat akan kehilangan trust," jelas Ferdinand. "Pemilu kali ini akan jadi pertaruhan."
Diketahui, kesalahan entri data KPU terjadi di lima daerah, yakni di Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau, dan Jakarta Timur. Pihak KPU langsung mengganti tampilan dan data di Situng begitu terdapat laporan masuk. KPU meminta kepada panitia di daerah yang melakukan scanning dan unggah C1 untuk melakukan koreksi.
(wk/Bert)