Pernyataan Andi Arief yang menyebut Kivlan Zen berbisnis pengerahan massa untuk berdemo membuat TKN Jokowi menduga bahwa pengerahan massa di kampanye Prabowo selama ini dimotori olehnya.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 10 Mei 2019 - 14:50 WIB
WowKeren - Nama Kivlan Zen baru-baru ini kembali ramai diperbincangkan, terutama ketika Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat (PD) Andi Arief menyebut bahwa purnawirawan tersebut berbisnis demonstrasi massa. Hal ini membuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin menduga pengerahan massa di kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selama ini merupakan arahan dari Kivlan. Anggota Tim Penugasan Khusus TKN Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir, menilai pernyataan Andi yang terang-terangan membuka rahasia kubu 02 cukup mengejutkan publik.
"Rakyat Indonesia sangat terkejut mendengar pernyataan Andi Arief yang membocorkan rahasia penting dalam kubu Paslon 02," kata Inas, Jumat (10/5). "Yakni, bahwa salah seorang anggota BPN Prabowo-Sandi, yaitu Kivlan Zen berbisnis pengerahan massa untuk berdemonstrasi!"
Pernyataan Andi membuat TKN semakin yakin bahwa pengerahan massa di kampanye Prabowo merupakan "bisnis" Kivlan. "Pernyataan ini semakin meyakinkan kita bahwa pengerahan massa di kampanye-kampanye Prabowo Sandi selama Pilpres ini dikerjakan oleh Kivlan Zen dalam bentuk bisnis," jelas Inas.
Oleh sebab itu, Inas menilai wajar jika Sandiaga mengeluh telah mengeluarkan uang pribadi lebih dari satu triliun. Diketahui, Sandiaga telah menjual sahamnya untuk biaya kampanye dirinya dan Prabowo. Inas menduga bahwa uang ini dinikmati oleh Kivlan.
"Sehingga tidak salah jika Sandiaga Uno pernah mengeluhkan bahwa ia telah mengeluarkan uang sejumlah 1,4 triliun untuk membiayai kampanye Prabowo Sandi," tegas Inas. "Dan kita bisa menduga bahwa ratusan miliar uang Sandiaga Uno tersebut dinikmati oleh Kivlan Zen."
Inas mengingatkan publik agar waspada terkait rencana pengerahan massa dalam people power yang dicetuskan oleh mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Sebab gerakan ini dikhawatirkan akan dibuat seperti pamwakarsa di era Soeharto.
"Akan tetapi yang perlu diwaspadai adalah rahasia BPN Prabowo-Sandi yang merencanakan people power, di mana dihembuskan oleh Amien Rais," jelas poltikus Hanura tersebut. "Dan menurut Andi Arief, pengerahan massa-nya akan dikerjakan juga oleh Kivlan Zen yang akan dibuat seperti pamwakarsa era Soeharto di mana mereka siap melakukan kekerasan yang akan mengorbankan rakyat Indonesia demi tercapainya tujuan politik."
(wk/zodi)