Selain ke-13 jenis penyakit tersebut, ada pula petugas KPPS yang meninggal akibat kecelakaan. Kementerian Kesehatan sendiri sempat melakukan investigasi atas kasus tersebut.
- Bertilia Puteri
- Senin, 13 Mei 2019 - 10:55 WIB
WowKeren - Kementerian Kesehatan mengungkapkan sejumlah penyakit yang menjadi penyebab meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 15 provinsi. Penyakit tersebut terdiri atas 13 jenis.
Dilansir Antara pada Senin (13/5), 13 penyakit tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, serta hipertensi emergency. Lalu ada meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multiorgan.
Selain ke-13 jenis penyakit tersebut, ada pula petugas KPPS yang meninggal akibat kecelakaan. Kemenkes sendiri sempat melakukan investigasi atas kasus tersebut.
Sementara itu, Dinas Kesehatan di 15 provinsi melaporkan bahwa kebanyakan petugas KPPS yang meninggal berada di rentang usia 50-59 tahun. Apabila dirinci, petugas KPPS yang meninggal paling banyak berasal dari provinsi Jawa Barat.
Diketahui, jumlah korban meninggal antara lain 22 jiwa dari DKI Jakarta, 131 jiwa dari Jawa Barat, 44 jiwa dari Jawa Tengah, 60 jiwa dari Jawa Timur, 16 jiwa dari Banten, 7 jiwa dari Bengkulu, 3 jiwa dari Kepulauan Riau, 2 jiwa dari Bali, serta 8 jiwa dari Kalimantan Selatan. Lalu ada 3 jiwa dari Kalimantan Tengah, 7 jiwa dari Kalimantan Timur, 6 jiwa dari Sulawesi Tenggara, 66 jiwa dari Kalimantan Selatan, serta 2 jiwa dari Sulawesi Utara.
Menurut Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Primadi, ke depan perlu dievaluasi soal padatnya tugas petugas KPPS. "Nantinya kita akan bahas bersama KPU untuk perencanaan pemilu mendatang," ungkap Oscar.
Sehingga, tutur Oscar, petugas Pemilu yang dipekerjakan haruslah memiliki kondisi kesehatan yang baik. Lingkungan pekerjaan mereka juga harus sehat dengan ruangan yang cukup luas. Ritme kerja serta jam kerja diatur dengan baik. Selain itu, pemberian waktu istirahat juga harus cukup.
Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sendiri juga mengaku akan melakukan investigasi di tiga daerah yang jumlah petugasnya meninggal paling banyak. Ketiga daerah tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten.
Komnas HAM menuturkan bahwa upaya penyelidikan ini merupakan bentuk tanggung jawab mereka dalam memantau Pemilu. "Sampai 500 lebih yang meninggal dunia, ini sebuah jumlah yang besar. Oleh karena itu kita akan selidiki penyebabnya," kata Wakil Ketua Komnas HAM Hariansyah dalam jumpa pers di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (8/5).
(wk/Bert)