Ferdinand Hutahaean meminta agar Kivlan Zen tidak bertingkah laku seperti bocah dalam menyikapi masalah, yang merengek dan mengancam akan mengadu jika kalah.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 13 Mei 2019 - 12:33 WIB
WowKeren - Ketua Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta Kivlan Zen tak bertingkah seperti anak kecil. Ferdinand menilai bahwa apa yang dilakukan Kivlan mirip seperti tingkah laku bocah yang merengek karena kalah main lalu mengancam akan mengadu.
"Jenderal kok mainnya ngancam-ngancam," kata Ferdinand dilansir dari Tempo, Senin (13/5). "Ngaduin seperti anak kecil."
Sebelumnya, Kivlan mengancam bahwa dirinya akan membuka aib Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jika SBY banyak tingkah. Ia bahkan sempat menyinggung nama Menkopolhukam Wiranto. "Saya tahu aib-aibnya semua ini, termasuk Wiranto," ujar Kivlan masih dilansir dari Tempo.
Ancaman tersebut menanggapi pernyataan Wasekjen Demokrat Andi Arief yang menuding bahwa Kivlan pernah melakukan bisnis penggalangan massa untuk berdemonstrasi. "Kivlan enggak peduli dengan berapa besar jatuh korban. Secara umum, Pak Kivlan tentara yang kurang mengerti taktik dan strategi dalam periode demokrasi sipil," ujar Andi.
Kivlan meminta agar Andi bertanya ke SBY mengenai peristiwa 7 Oktober 1982 di Infantery Advance Corps atau sekolah lanjutan perwira, Fort Benning, Georgia. "Kenapa dia melarikan diri tiga hari dari kampus?" ujarnya.
Fedinand mengaku kurang mengerti dengan maksud pernyataan Kivlan. Sebab menurutnya, apa yang dikatakan oleh Kivlan mengenai masa lalu SBY bukanlah aib. "Cuma mengancam soal masa lalu SBY di Fort B sekolah lanjutan Amerika, itu bukan aib. Biasa itu tentara tangguh dan berani melakukan hal-hal yang berani," lanjut Ferdinand.
Lebih jauh, justru Ferdinand mempertanyakan dengan aksi Kivlan belakangan ini. Ia mempertanyakan Kivlan yang meskipun sudah berada di usia senja masih aktif berdemonstrasi. Hal ini membuatnya bertanya-tanya apakah Kivlan turun ke jalan memang untuk mencari kebenaran atau punya motif lain.
"Kami menghormati Pak Kivlan masih mau turun ke jalan di usia senjanya," tambah Ferdinand. "Meskipun menjadi melahirkan pertanyaan, benarkah karena Kivlan ingin mencari kebenaran atau memang punya motif lain dibalik turunnya ke jalan?"
(wk/zodi)