Ikatan Dokter Indonesia menyebut bahwa faktor kelelahan bukan menjadi penyebab utama kematian ratusan petugas KPPS, melainkan ada faktor lain yang menjadi pemicunya.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 13 Mei 2019 - 15:51 WIB
WowKeren - Ratusan petugas KPPS yang meninggal disebut-sebut disebabkan karena faktor kelelahan. Ikatan Dokter Indonesia menyebut bahwa faktor kelelahan bukanlah penyebab langsung. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M Faqih, menuturkan bahwa kelelahan merupakan faktor pemicu.
"Kelelahan bukan penyebab langsung," kata Faqih di Kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5). "Jadi salah satu faktor pemicu dan pemberat."
Faqih menduga bahwa para petugas KPPS yang meninggal sebelumnya telah memiliki riwayat penyakit atau sedang dalam kondisi yang tidak fit ketika bekerja. Oleh sebab itu, kondisi tersebut diperparah dengan kelelahan. Dengan kata lain, kelelahan bukan faktor utamanya, melainkan penyakit itu sendiri.
"Kesimpulan dari diskusi itu, bukan penyebab langsung, hanya salah satu faktor," jelas Faqih. "Yang itu men-trigger, maupun memperberat penyakit tertentu, penyakit itu yang menyebabkan kematian, bukan kelelahan."
Ia kemudian mencontohkan jika seorang petugas KPPS memiliki riwayat suatu penyakit tertentu. Ketika petugas tersebut mengalami kelelahan yang amat sangat, maka penyakit tersebut berpotensi menyebabkan gangguan jantung yang berakibat fatal. "Misalkan dia kelelahan dicampur faktor lain, terjadi gangguan jantung, gangguan jantung itu yang menyebabkan," imbuh Faqih.
Dikatakannya, IDI akan membentuk sebuah tim kecil untuk meneliti gejala kematian petugas KPPS. Ia menegaskan bahwa tim penelitian ini berbeda dengan tim investigasi yang mana hanya bisa dilakukan oleh lembaga negara yang berwenang.
"(Tim) internal, kita hanya melakukan penelitian karena kita bedakan penelitian dan investigasi," terang Faqih. "Investigasi itu lembaga yang berwenang, lembaga negara yang berwenang. Penelitian kita bisa sebagai lembaga profesi melakukan lembaga penelitian."
Hasil penelitian itu kemudian akan diserahkan kepada pemerintah. Tujuannya untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait evaluasi sistem Pemilu untuk ke depannya.
"Kita hanya sampaikan rekomendasi," kata Faqih. "Ahli politik dan ahli Pemilu memikirkan sistem kerja seperti apa yang baik supaya kejadian seperti itu tidak terjadi."
(wk/zodi)