Poyuono juga kembali menyindir bahwa namanya tidak pernah disebut di sidang kasus korupsi seperti yang dialami putra SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.
- Nur Islamiyah
- Senin, 13 Mei 2019 - 20:15 WIB
WowKeren - Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang mengusir Partai Demokrat (PD) untuk keluar dari koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih berlanjut. Kali ini, ia mengaku tidak akan mengikuti langkah partainya yang meminta maaf karena telah menyinggung PD.
"Biar saja Gerindra meminta maaf, aku enggak sudi minta maaf ya," ujar Poyuono, Senin (13/5), seperti dikutip dari CNN Indonesia. "Memang aku ini salah apa? Maling uang negara enggak, nyari makan pakai uang politik juga enggak."
Poyuono juga kembali menyindir bahwa namanya tidak pernah disebut di sidang kasus korupsi seperti yang dialami putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Menurutnya, sudah saatnya KPK memeriksa putra bungsu SBY karena pernah disebut di kasus korupsi proyek Hambalang dan pencucian uang.
"Nah ayo KPK jangan bobok dong," katanya. "Ada loh fakta persidangan kalau Ibas itu terima duit, segera periksa dong."
Sementara itu, Poyuono menegaskan bahwa kader Demokrat tidak tahu-menahu soal kedudukannya di Gerindra. Lebih jauh, ia bahkan telah mencoret nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Cawapres Prabowo Subianto.
"Tahu apa kader Demokrat tentang saya di Gerindra," ujar Poyuono dilansir dariDetik, Senin (13/5). "Wong AHY saja bisa saya check out dari Cawapres-nya Prabowo kok."
Sebelumnya, Ketua DPP Gerinda Ahmad Riza Patria buka suara atas pernyataan Poyuono. Ia meminta maaf atas pernyataan tersebut.
"Tentu kami atas nama partai menyampaikan mohon maaf," kata Ahmad Riza, Minggu (12/5). "Kalau ada perkataan-perkataan dari pengurus maupun kader Partai Gerindra yang dirasa kurang pas, kurang baik dirasa oleh partai lain termasuk Partai Demokrat."
(wk/nris)