Menurut pengurus Yayasan Sarana Metta Indonesia, Christian Joshua Pale, pelaku yang membakar anjing tersebut adalah seorang oknum pengemudi ojol yang merupakan tetangga sang pemilik.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 14 Mei 2019 - 10:21 WIB
WowKeren - Seekor anjing bernama Lucky ditemukan dalam keadaan sekarat hingga akhirnya tewas lantaran dipukul dan dibakar hidup-hidup di wilayah Menteng, Jakarta Pusat. Lucky ditemukan terbakar pada Jumat (10/5) malam.
Menurut pengurus Yayasan Sarana Metta Indonesia, Christian Joshua Pale, pelaku yang memukul dan membakar Lucky adalah seorang oknum pengemudi ojek online yang merupakan tetangga pemilik anjing tersebut. Pengemudi ojek tersebut marah usai Lucky mencakarnya karena ia kencing sembarangan.
"Lucky ini milik dari ibu Melly," jelas Christian dilansir kompas.com, Senin (13/5). "Jumat sore Lucky lagi asyik duduk di dalam kandangnya, tiba-tiba ada satu warga kencing di samping kandang dia dan Lucky refleks mencakarnya."
Pelaku pun marah karena dicakar oleh Lucky. Ia meminta kepada pemilik agar Lucky segera dipindahkan.
Oknum Ojol bernama Maulady tersebut bahkan mengancam akan membakar Lucky apabila anjing tersebut tidak dipindahkan. Namun pemilik Lucky tak bisa segera memindahkan sang anjing lantaran harus melaksanakan salat tarawih.
"Ketika pulang pemiliknya sangat syok dan terpukul melihat kondisi Lucky sekarat dengan luka bakar di dalam kandangnya," jelas Christian. "Ternyata ancaman warga itu benar, Lucky dibakar hidup-hidup di dalam kandangnya yang sebelumnya kepala anjing tersebut dilempar dengan botol berisi bensin hingga pecah."
Pemilik anjing beserta tim pendamping dari Sarana Metta Indonesia telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. "Sudah dilaporkan semalam dan polisi langsung mengamankan TKP dan barang bukti. Police line sudah dibuat langsung," ungkap Christian.
Di sisi lain, pihak Go-Jek rupanya telah menerima laporan dari pemilik anjing tersebut pada Minggu (12/5). Vice President Corporate Affairs Go-Jek, Michael Reza Say, mengaku pihaknya masih menelusuri mitra pengemudi tersebut.
"Terkait kabar yang berkembang di media sosial bahwa pelaku adalah mitra driver Go-Jek, dapat kami sampaikan bahwa saat ini kami tengah memproses laporan yang masuk," jelas Michael pada Senin. "Di mana saat ini sedang berlangsung proses penelusuran lebih lanjut secara internal."
Michael juga mengaku pihaknya tak segan memberikan sanksi tegas apabila pelaku tersebut benar merupakan mitra pengemudinya. "Perilaku kekerasan seperti ini tidak dapat dibenarkan dan kami tidak segan memberikan sanksi tegas kepada oknum mitra driver yang menjadi pelaku," tegas Michael.
(wk/Bert)