Front Pembela Islam (FPI) mengaku tak gentar dengan tim hukum bentukan Menkopolhukam Wiranto. Menurutnya, apa yang dilakukan Wiranto adalah upaya melestarikan kekuasaan.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 15 Mei 2019 - 14:11 WIB
WowKeren - Tim asistensi hukum bentukan Menkopolhukam Wiranto sudah mulai efektif menjalankan tugasnya. Meski menuai kontroversi di sana-sini, nyatanya tim ini tetap dibentuk dan berjalan.
Sejumlah pihak yang tidak setuju dengan pembentukan tim ini menilai bahwa tim tersebut sejatinya tidak diperlukan. Justru yang ada tim ini hanya akan semakin membatasi kebebasan berpendapat hingga berpotensi membuat presiden menjadi anti kritik.
Front Pembela Islam (FPI) ikut mengomentari tim bentukan Wiranto tersebut. Dewan Pembina Majelis Syuro FPI Habib Muhsin Al Attas menilai bahwa langkah Wiranto membentuk tim khusus itu adalah sebagai upaya untuk melestarikan kekuasaan.
Ia menegaskan bahwa FPI tak akan gentar dengan cara-cara seperti itu, FPI menilai bahwa langkah tersebut merupakan cara yang bengis di tengah masyarakat.
"Ini cara bengis kepada masyarakat, untuk melestarikan kekuasaan," kata Muhsin dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (15/5). "Kami tak akan gentar, melawan kezaliman, mati pun tak ada masalah."
Menurut Muhsin, apa yang dilakukan Wiranto tersebut menunjukkan bahwa rezim saat ini sedang panik. Lebih jauh, ia menyebut hal itu sebagai langkah politik yang temporer. Ia juga tahu jika Rizieq Shihab yang merupakan pemimpin besar FPI sudah masuk kajian tim hukum Wiranto.
"Pasti sudah tahu," tutur Muhsin. "Tapi akhirnya bagi kami tim hukum itu intinya bukan masalah bagi kami."
Sebelumnya, kritik serupa juga disampaikan oleh politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Menurutnya, Wiranto telah menyalahgunakan wewenang sehingga perlu diadukan ke Mahkamah Internasional.
"Pak Wiranto perlu dibawa ke Mahkamah Internasional karena dia melakukan abuse of power," tegas Amien di Hotel Grand Sahid Jaya Karta, Jakarta, Selasa (13/5). "Dengan kuasanya dia akan membidik lawan-lawan politiknya. Wiranto, hati-hati Anda!"
(wk/zodi)