Polisi Ciduk Pria Pengunggah Video Hoaks Rekapitulasi Tertutup di Cirebon, Ini Pengakuan Pelaku
Instagram/polda.jabar
Nasional

Seorang pria berinisial RGS membuat video yang menyebut rekapitulasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Plumbon, Cirebon, berlangsung tertutup.

WowKeren - Polisi lagi-lagi menangkap pelaku pembuat dan penyebar hoaks terkait Pemilu. Kali ini, seorang pria di Cirebon, Jawa Barat, membuat video yang menyebut rekapitulasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Plumbon, Cirebon, berlangsung tertutup.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan pihaknya menangkap pria berinisial RGS yang membuat video berkonten hoaks tersebut. "Saat ini lagi-lagi kita melakukan penanganan terhadap tindak pidana perbuatan terkait dengan masalah hoaks atau berita bohong," jelas Wisnu di Mapolda Jabar pada Rabu (15/5).


Awalnya, RGS mengaku datang ke GOR Pamijahan, Kecamatan Plumbon, Cirebon saat penghitungan suara tingkat PPK pada Sabtu (20/4) lalu. Ia datang untuk melihat proses penghitungan suara Pemilu 2019.

"Setelah itu sampai istirahat saya tanyakan ke petugas KPU, 'Pak kenapa rekapitulasi penghitungan C1 di dalam GOR?'. Saya bilang cuaca kan panas gini," ungkap RGS. "Lalu kata komisionernya khawatir hujan. Akhirnya saya unggah video itu jam 13.22."

RGS mengaku kesal hingga akhirnya membuat video hoaks berdurasi 45 detik tersebut dan mengunggahnya ke akun Facebook "Ragista Ragista". Dalam videonya, RGS menuturkan petugas melakukan rekapitulasi secara tertutup agar dapat mengurangi dan menambahi suara yang ada.

"Hari ini rapat pleno terbuka penghitungan suara C1 di PPK Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Akan tetapi, kami merasa aneh sekali, rapat pleno itu tertutup, masyarakat tidak boleh melihat bahkan para saksi pun itu dipersulit untuk masuk," ujar RGS dalam video yang kini telah dihapus tersebut. "Ha.. ini enak-enakan nih petugas-petugas yang ada di dalam ini mau mengurangi, mau menambahi ini, kita viralkan ini. Kami mohon bantuan dari saudara sekalian untuk memviralkan, salam akal sehat, salam 02 Prabowo Sandi menang, Allahu Akbar."

RGS pun lantas mengaku salah atas video yang telah ia buat. Ia mengaku tak paham soal aturan rekapitulasi.

"Saya mohon maaf barangkali dengan unggahan video saya itu ada masyarakat yang dirugikan," terang RGS. "Itu karena saya tidak mengerti tentang terbuka dan tertutupnya rekapitulasi penghitungan C1."

Pria berusia 45 tahun tersebut berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya. Ia juga mengimbau agar masyarakat lain tak membuat hoaks.

"Sekali lagi saya mohon maaf sedalam-dalamnya. Kesalahan ini kesalahan terakhir kali. Saya pesan seluruh warga Indonesia jangan melakukan perbuatan yang tidak diketahui benar atau salah kemudian diunggah," jelas RGS. "Jangan sampai ada terjadi tersangka baru tentang pelanggaran IT. Jadikan saya sebagai contoh untuk terakhir kali. Jangan pernah unggah ujaran kebencian, hujat menghujat, karena kita satu saudara."

You can share this post!

Related Posts
Loading...