Sebelumnya, Wiranto mengaku bahwa ia telah membuat satu kesalahan dengan menunjuk Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai Hanura untuk menggantikan dirinya.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 17 Mei 2019 - 15:18 WIB
WowKeren - Kegagalan Partai Hanura melenggang ke Senayan berbuntut pada saling lempar kesalahan antar petinggi partai. Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO menyalahkan Wiranto akan kegagalan ini. Sebaliknya, Wiranto juga enggan disalahkan atas kondisi tersebut.
Menurutnya, ia justru telah membuat kesalahan karena telah memilih OSO sebagai ketua umum. Pernyataan Wiranto kembali mendapat protes. Kali ini bukan dari OSO namun Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir.
Menurut Inas, tak sepatutnya Wiranto menyesal karena telah menunjuk OSO sebagai nahkoda Hanura. Sebab, sebagai mantan panglima ABRI Wiranto seharusnya sudah melalui pertimbangan yang matang sebelum membuat keputusan.
"Dia kan (mantan) panglima ABRI punya pertimbangan yang mantep dan pilihannya sudah tepat," kata Inas dilansir dari Republika, Jumat (17/5). "Jangan pilihan sudah tepat, dia mengatakan menyesal."
Inas mengatakan bahwa Wiranto sendirilah yang meminta OSO menggantikan dirinya sebagai Ketua Umum. Waktu itu, OSO dikatakan sempat menolak tawaran tersebut. Namun, Wiranto tetap meminta agar OSO mau menempati posisi tersebut hingga OSO akhirnya menerima.
Oleh sebab itu, Wiranto justru harusnya berterima kasih pada OSO. "Seharusnya Pak Wiranto berterima kasih," tegas Inas.
Lebih jauh, Inas membela OSO dengan turut menyalahkan Wiranto atas kegagalan Hanura. Wiranto sebagai Ketua Dewan Kehormatan Hanura tidak mampu bersikap tegas dalam menangani konflik yang terjadi antara OSO dengan Saifuddin Sudding terkait klaim kepemimpinan.
"Pada saat Sarifuddin Sudding membuat ulah ketika ada Munaslub Ambhara, Pak Wiranto tidak tegas," lanjut Inas. "Yang bilang pemilik partai tidak menginginkan Pak OSO. Dia yang ngomong itu."
Oleh sebab itu, Inas meminta agar kesalahan tak dilimpahkan ke OSO. "Tapi setelah ke sini, Menkumham mengatakan yang sah pak OSO, dia balik badan ke kita. Akhirnya pecah ke bawah, ini ulahnya Wiranto jangan disalahkan Pak OSO. Pak OSO sudah berjuang untuk Hanura," tegas Inas.
(wk/zodi)