Gempa Pangandaran Terasa Hingga Blitar dan Kediri, BMKG Pastikan Tak Ada Dampak Signifikan
Nasional

Setelah pemutakhiran data, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang mengguncang Pangandaran memiliki magnitudo 5,6 yang sebelumnya diberitakan berkekuatan 5,9 SR.

WowKeren - Gempa bumi berkekuatan 5,9 SR kembali mengguncang Kabupaten Pangandaran pada Sabtu (18/5) pagi. Guncangan tersebut dirasakan hingga ke Sukabumi. Gempa yang berpusat di kedalaman 32 km tersebut dikatakan tidak berpotensi tsunami.

Staf Observatori Bandung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Pelabuhan Ratu, Rafdi Ahadi, mengatakan bahwa gempa tersebut tidak begitu berdampak signifikan ke wilayah Sukabumi, hanya sebatas getaran. "Sejauh ini mungkin hanya berdampak getaran di wilayah Kabupaten Sukabumi, belum ada laporan dampak kerusakan," ujar Rafdi dilansir dari Kumparan, Sabtu (18/5).


Rafdi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada. Ia berpesan jika tidak terlihat adanya retakan akibat gempa itu artinya kondisi sudah lebih aman sehingga masyarakat bisa masuk ke dalam rumah. Sebaliknya, jika melihat adanya bangunan yang rusak maka sebaiknya tidak masuk ke dalam rumah dulu.

"Kalau tidak ada retakan akibat gempa silahkan masuk ke rumah," tutur Rafdi. "Tapi kalau dirasa melihat konstruksi bangunan rusak jangan memaksa masuk rumah."

Lebih jauh, Rafdi meminta agar publik tidak mudah terpancing dengan isu-isu liar yang berkembang. Jika mendapat informasi terkait kebencanaan masyarakat diminta untuk mengecek kebenaran informasi tersebut di situs BMKG.

"Masyarakat jangan terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab," imbau Rafdi. "Dimohon untuk mengecek informasi resmi di web BMKG."

Meski tidak memberikan dampak yang signifikan di wilayah Sukabumi, gempa Jawa Barat ini sempat dirasakan getarannya oleh warga yang ada di Jawa Timur. Seperti di Blitar, Tulungagung, hingga Kediri. "Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Pangandaran, Tasikmalaya, Cilacap, Banyumas, Karangkates, Blitar, Tulungagung dan Kediri II-III MMI," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (18/5).

Setelah pemutakhiran data, BMKG menyatakan bahwa gempa berkekuatan 5,6 SR. Rahmat menjelaskan bahwa gempa ini disebabkan oleh pergerakan Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia.

Sementara itu di Pacitan, gempa juga sempat dirasakan oleh warga namun tidak ada kerusakan. "Insya Allah di Pacitan tidak ada kerusakan (akibat gempa Pangandaran). Hanya getarannya yang terasa," kata Didik Alih Wibowo, Kepala Pelaksana BPBD dilansir dari Detik, Sabtu (18/5).

You can share this post!

Related Posts
Loading...