Tanggapi Harapan SBY, BPN Akui Banyak Pendukung Tak Ingin Prabowo-Jokowi Bertemu
Instagram/indonesiaadilmakmur
Nasional

SBY berharap, Jokowi dan Prabowo dapat segera bertemu. Meski banyak pendukung 02 yang tidak menginginkan pertemuan tersebut, Sara sendiri belum mengetahui pendapat sikap Prabowo.

WowKeren - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto segera bertemu. Menanggapi hal itu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengatakan bahwa banyak pendukung 02 yang tidak menginginkan hal itu terjadi.

"Silakan tanya ke Pak Prabowo," ujar Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Selasa (28/5). "Yang jelas banyak sekali pendukung Prabowo-Sandi yang tidak menginginkan mereka bertemu."

Meski banyak pendukung 02 yang tidak menginginkan pertemuan tersebut, Sara sendiri belum mengetahui pendapat sikap Prabowo. "Namun apa tanggapan Pak Prabowo, mohon maaf belum saya tanyakan," katanya.


Sebelumnya, SBY meyakini Jokowi dan Prabowo memiliki cita-cita yang baik untuk kemajuan bangsa. Menurutnya, pertemuan Jokowi dan Prabowo tidak harus menghasilkan kesepakatan.

"Akan sangat baik dan mulia jika pada saatnya nanti Bapak Prabowo bisa bertemu dengan Bapak Jokowi secara langsung, pertemuan dua tokoh nasional yang keduanya memiliki pendukung dan konstituen yang besar yang keduanya saya yakini memiliki cita-cita yang baik untuk negeri ini," ujar SBY.

Tak hanya itu, SBY menyinggung adanya pihak yang bersikap melarang pendukung capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menemui capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal tersebut disampaikannya lewat rekaman video dalam acara buka puasa bersama kader Demokrat dengan AHY, Senin (27/5).

"Memang ada yang bersikap tabu dan dilarang keras pihak 02 berkomunikasi dengan 01," kata SBY. "Barangkali bahkan ada yang bersumpah tak akan komunikasi dan berkawan selamanya."

(wk/nris)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait