Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut bahwa rencana pembunuhan terhadap empat orang pejabat negara hanyalah rekayasa belaka.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 29 Mei 2019 - 11:01 WIB
WowKeren - Polisi belum lama ini mengungkapkan bahwa para tersangka Aksi 22 Mei menargetkan pembunuhan terhadap empat orang pejabat negara. Namun, muncul isu bahwa hal itu tak lebih dari sebuah rekayasa.
Terkait hal ini, pihak kepolisian memberikan klarifikasi. Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantah tegas isu tersebut. Ia menegaskan bahwa persidangan terhadap enam orang tersangka akan dilakukan secara terbuka. Dengan begitu, semua pihak bisa menyaksikan jalannya sidang.
"Saya ingin klarifikasi karena adanya mulai ada isu-isu yang menyatakan bahwa penangkapan-penangkapan yang kita lakukan berkaitan dengan senjata," kata Tito di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5). "Kemudian keterangan pers dari Kadiv Humas (Polri) dan Kapuspen TNI, adanya rencana pembunuhan itu rekayasa."
Tito mengatakan bahwa jajarannya akan bekerja secara profesional. Ia memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh penyidik bisa dibuktikan di persidangan.
"Ada pembagian tugas antara penyidik, penuntut, dan peradilan," lanjut Tito. "Semua tindakan-tindakan yang dilakukan oleh penyidik nanti akan diuji oleh peradilan. Terbuka."
Tito mengingatkan bahwa pengadilan di Indonesia adalah yang paling terbuka di dunia. Pengadilan terbuka memungkinkan awak media untuk masuk ke ruang sidang dan meliput kejadian. Tito yakin bahwa Polri tidak terlibat dalam kasus ini dan akan membuktikannya di persidangan.
"Dan rekan-rekan tahu bahwa peradilan Indonesia ini salah satu peradilan paling terbuka di dunia," tegas tito. "Rekan-rekan media bisa duduk di ruang sidang, meng-cover live semua. Dan kita akan buktikan di persidangan bahwa Polri tidak terlibat di situ."
Polri menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengembangkan kasus kerusuhan Aksi 22 Mei setelah pelaku berhasil ditangkap. Ia memastikan bahwa semua pelaku sudah ditangkap. Langkah selanjutnya adalah mengetahui siapa aktor yang memberikan instruksi.
"Ini pelaku-pelaku yang disuruh melakukan eksekusi itu tertangkap semua. Senjatanya sudah kita tahan, senjatanya kita dapat 4 senjata," kata Tito. "Kemudian kita masih mengembangkan orang yang menyuruh. Mungkin tidak lama lagi juga kita akan proses hukum."
(wk/zodi)