Hasil Autopsi Jenazah Harun Al Rasyid, Polisi Sebut Ada Luka Tembak
Nasional

Meski hasil autopsi menyatakan bahwa terdapat luka tembak pada lengan kiri hingga menembus ke dada, namun masih belum dipastikan penyebab kematian Harun Al Rasyid.

WowKeren - Aksi 22 Mei masih menyisakan duka bagi keluarga mendiang Harun Al Rasyid. Harun adalah seorang remaja berusia 15 tahun yang harus menjadi korban kerusuhan 22 Mei.

Setelah dilakukan autopsi, ternyata ditemukan luka tembak di tubuh korban. Harun mengalami luka tembak pada lengan kiri atas hingga tembus ke dada. Hal itu seperti yang dikemukakan oleh Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigadir Jenderal Polisi Musyafak.

"Sudah, hasil autopsinya luka tembak," kata Musyafak dilansir dari Antara, Jumat (31/5). "Itu kita terima dari RS Dharmais dan ada juga yang belum tahu identitasnya alias Mr. X. Kalau tidak salah tanggal 23 Mei dini hari jam 01.00 WIB kita terima rujukan korban dari RS Dharmais. Sudah dalam kondisi meninggal dunia."

Meski demikian, Musyafak belum bisa memastikan penyebab kematian Harun apakah karena terkena peluru tajam atau peluru karet. "Wah itu yang menentukan bukan kami, tapi Puslabfor," imbuh Musyafak.


Sebelum menghembuskan napas terakhir, Harun sempat dilarikan ke RS Dharmais Jakarta Barat. Harun merupakan warga asal Duri Kepa, Kebon Jeruk. Ia meninggal setelah terlibat aksi 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya pada Rabu malam.

Sebelumnya, orangtua Harun sempat menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon guna menyampaikan keluh kesahnya. Pasalnya, ia diminta untuk menandatangani pernyataan bahwa dirinya tak akan menuntut kematian sang anak saat mengambil jenazahnya.

"Satu hal di situ ada pernyataan keluarga korban tidak boleh menuntut siapa pun, apa pun," ungkap Ayah Harun, Didin Wahyudin dilansir dari Detik, Jumat (31/5). "Dan kedua, untuk dilakukan autopsi. Itu digabung. Jadi bingung harus tanda tangani yang mana adik saya."

Didin mengaku bahwa jenazah Harun sudah tiba di rumah dalam kondisi sudah dibungkus kain kafan. "Setelah sampai rumah, saya minta buka semua itu kafan, tapi dilarang sama keluarga saya. Kata bapak saya katanya kasihan, sudah dua hari dua malam," ujar Didin.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait