Putra Ketua Mahkamah Agung Tewas Dalam Kecelakaan Moge di Afrika
Nasional

Mohamad Irfan yang merupakan putra sulung dari Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali meninggal dunia saat mengikuti touring motor gede (moge) di Namibia, Afrika bagian selatan.

WowKeren - Putra sulung Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, yakni Mohamad Irfan, meninggal dunia di Namibia, Afrika bagian selatan pada Rabu (19/6). Irfan meninggal dunia dalam kecelakaan saat mengikuti touring sepeda motor gede alias moge.

"Telah meninggal dunia putra dari Ketua MA Hatta Ali, yakni Mohamad Irfan bin HM Hatta Ali," tutur juru bicara MA, Andi Samsan Nganro, dilansir detikcom pada Kamis (20/6). "Innalilahi wa innailaihi rajiun."


Samsan menjelaskan bahwa mendiang Irfan meninggal sekitar pukul 17.00 WIB. "Meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB di Namibia, Afrika. Irfan meninggal karena kecelakaan tunggal dalam rombongan touring group motor Dabombix," terang Samsan.

Irfan meninggal di usia 41 tahun. Jenazah Irfan akan dimakamkan di Karet Bicak, Jakarta, pada Jumat (21/6).

"Berdasarkan jadwal dari protokoler MA, jenazah akan dimakamkan besok di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Karet Bivak, Jakarta Pusat," jelas keponakan Hatta Ali, Istiana Ridha Ali, dilansir detikcom. "Namun jadwalnya masih tentatif, antara pagi atau setelah salat Jumat."

Jenazah Irfan rencananya akan diterbangkan sesegera mungkin ke Indonesia. "Antara Kamis malam ini atau besok pagi jenazah sudah tiba di Tanah Air," ungkap Istiana.

Mendiang Irfan sendiri diketahui berprofesi di bidang pengusaha atau wiraswasta. Ia tidak mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi seorang hakim.

Touring moge yang diikuti Irfan tersebut sedianya dijadwalkan mulai 11 Juni hingga 29 Juni 2019. Rute touring tersebut adalah melintasi Afrika mulai dari Cape Town hingga Zambia.

Kala mengikuti touring, Irfan diketahui mengendarai BMW GS1200. Ia pun mengalami kecelakaan tunggal hingga akhirnya meninggal dunia.

Keluarga dan kolega Irfan mendoakan agar mendiang diterima di sisi Yang Maha Kuasa. Begitu pula dengan sejumlah warganet yang turut memberikan ucapan belasungkawa.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...semoga diterima amalnya dan diampuni dosa2nya. Amin. Org meninggal jgn dihujat.....doakan yg terbaik...kita gak pernah tahu selama beliau hidup...dan akhir hidup kita," komentar seorang warganet. "Innalillahi wa innalillahi roji'un.....sebagai bahan renungan dan muhasabah bagi kita semua, khususnya pejabat negara atau orang kaya yg lain," timpal warganet lain.

You can share this post!

Related Posts
Loading...