Situs purbakala tersebut berbentuk memanjang hingga 21 meter dan memiliki ketebalan lebih dari 1 meter. Dilihat dari strukturnya, bangunan ini mirip seperti pagar.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 21 Juni 2019 - 15:36 WIB
WowKeren - Sebuah situs purbakala ditemukan di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto. Situs purbakala itu berbentuk pagar.
Adalah, Muchlison (46), seorang perajin batu bata yang menemukan bangunan bersejarah dengan bentuk memanjang dengan ketebalan lebih dari 1 meter itu. Bangunan purbakala itu ditemukan di lahan produksi batu merah yang sebelumnya merupakan lahan persawahan milik warga setempat.
Muchlison menuturkan bahwa situs tersebut pertama kali ditemukan olehnya pada Rabu (19/6) saat menggali tanah untuk dijadikan sebagai bahan bata merah. Saat menggali di kedalaman 1 meter, ia justru menemukan tumpukan batu kuno yang mirip pondasi rumah. Rasa penasaran membuatnya terus menggali hingga menemukan bahwa bangunan ini membentang cukup panjang menyerupai pagar.
"Awalnya kelihatan seperti pondasi rumah, saya gali terus kelihatan seperti pagar," tutur Muchlison di Mojokerto, Jumat (21/6). "Dalamnya masih ada, panjangnya juga masih berlanjut."
Bersama seorang warga lainnya, ia terus melakukan penggalian. Pagar tersebut rupanya memanjang hingga 21 meter dengan tebal 110 cm. Sedangkan tinggi bangunannya masih belum diketahui secara pasti karena saat ini bagian yang nampak baru 60 cm yang terdiri dari lapisan bata merah.
Ia pun memutuskan untuk segera melaporkan temuan ini. "Setelah menemukan saya melapor ke pihak Purbakala (Balai Pelestarian Cagar Budaya/BPCB Jatim). Karena takut kena masalah," lanjut Muchlison.
Menindaklanjuti laporan ini, Tim BPCB langsung menuju ke lokasi penemuan untuk meninjau. Arkeolog BPCB Jatim Nugroho Harjo Lukito mengatakan bahwa struktur bangunan yang ditemukan mirip seperti pagar. Hal ini didukung dengan adanya bagian yang menonjol 20 cm di setiap jarak 445 cm. "Fungsinya untuk memperkuat konstruksi pagar supaya tidak roboh," terang Nugroho.
Ukuran bata merah situs tersebut serupa dengan batu bata yang digunakan pada candi-candi peninggalan Majapahit di Trowulan, Mojokerto. Meski demikian, Nugroho belum bisa memastikan usia peninggalan Majapahit tersebut.
"Yang jelas pagar ini peninggalan zaman Majapahit," ujar Nugroho. "Tapi Majapahit awal, pertengahan, atau akhir belum bisa dipastikan. Karena belum ditemukan artefak yang menunjukkan masanya."
(wk/zodi)