KPAI Prihatin Ada Anak-Anak Ikut Aksi Turun ke Jalan Kawal MK di Patung Kuda
Nasional

Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam aksi demo yang digelar untuk mengawal MK pada Rabu (26/6) sebab bisa berdampak negatif pada anak.

WowKeren - Setiap warga negara berhak menyuarakan pendapatnya ke muka publik. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggelar aksi demo. Namun, aksi ini harus terlebih dahulu mendapat izin dari pihak kepolisian dan juga tidak mengganggu ketertiban umum.

Namun, satu hal yang disayangkan adalah ketika anak-anak diikutsertakan dalam agenda demo tersebut. Seperti yang terjadi pada aksi demo untuk mengawal Mahkamah Konstitusi pada Rabu (26/6) di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Sebabnya, keterlibatan anak-anak dalam aksi demo semacam itu justru bisa menimbulkan dampak negatif pada anak itu sendiri. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti .

Selain itu dilihat dari segi fisik, acara yang digelar di tengah hari tersebut membuat anak-anak merasa tak nyaman mengingat cuaca yang panas. Akibatnya, anak-anak akan mudah merasa kelelahan.


"Tadi juga saya mendapatkan cerita dari kawan yang melewati Patung Kuda," kata Retno dilansir dari Suara, Kamis (27/6). "Nampak anak-anak membasuh wajah dan tangan di air mancur Patung Kuda."

Menurut Retno, anak-anak bisa terlibat dalam aksi demo tersebut dikarenakan saat ini merupakan masa libur sekolah. Sehingga, orang tua mengajak mereka untuk ikut serta. Meski demikian, Retno menyesalkan hal ini. Sebab, seharusnya orang tua lebih memperhatikan keselamatan sang anak dengan membuatnya tetap berada di rumah.

Hal ini dikarenakan bahwa pada umumnya aksi demo berpotensi berkembang menjadi rusuh. "Selain itu kerumunan massa seperti aksi bisa berpotensi rusuh dan hal tersebut akan sangat membahayakan anak-anak," jelas Retno.

Demo untuk mengawal MK digelar oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Front Pembela Islam (FPI). Demo bertajuk Tahlil Akbar 266 tersebut menggiring massa dari luar kota. Mereka meminta agar Prabowo Subianto menolak ajakan rekonsiliasi dengan Joko Widodo alias Jokowi.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait