Wali Murid di Surabaya Kembali Gelar Aksi Tuntut Tambahan Pagu
Nasional

Sebelumnya Dispendik Surabaya telah menggelar program PPDB tambahan tanpa zonasi. Dalam program tersebut nilai menjadi faktor utama pertimbangan penerimaan calon siswa.

WowKeren - Penerapan kebijakan zonasi dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 masih menjadi polemik. Hal ini terlihat dari puluhan wali murid yang tergabung dalam Keluarga Besar Rakyat Surabaya (KBRS) yang "menggeruduk" Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya.

Puluhan wali murid tersebut menggelar aksi di depan Kantor Dispendik Surabaya. Dalam aksinya mereka menuntut ada penambahan pagu bagi siswa dengan nilai UN tertinggi.

Dilansir dari laman Detik News, berbagai macam spanduk dan poster tampak dibentangkan di depan Kantor Dispendik. Spanduk-spanduk tersebut antara lain bertuliskan "Ikut Mendukung Penambahan dan Pemenuhan Pagu yang Telah Dilakukan Dispendik Surabaya" dan "Jangan Kecewakan Kami dengan Ambisi Kalian!!!"

Tak hanya itu, sejumlah poster juga bertuliskan kalimat-kalimat serupa. Seperti "Stop Komersialisasi Sekolah dan Sediakan Pagu yang Cukup", "Pagu Bertambah Rakyat Bahagia", dan "Lanjutkan Penambahan Pagu Kami Bosan Hidup Miskin".

Salah satu wali murid, Fatiyah mengatakan aksi yang dilakukannya merupakan aksi dukungan kepada Dispendik Kota Surabaya. Meski begitu dalam aksinya mereka juga menuntut Dispendik untuk menambah pagu.


"Tadi sudah ada perwakilan kami yang diterima oleh Dispendik ke dalam," kata Fatiyah di Kantor Dispendik Jalan Jagir Wonokromo, Kamis (27/6). "Dan ini kami sedang menunggu (hasilnya)."

Terkait dengan sistem zonasi yang diterapkan, Fatiyah mengaku pihaknya mendukung kebijakan tersebut. Namun ia meminta supaya rasio pagu lebih dipertimbangkan sehingga siswa-siswa dengan nilai Ujian Nasional (UN) yang bagus bisa tetap diterima di sekolah negeri.

"Kami juga mendukung adanya zonasi di Permendikbud 51 karena itu tujuannya baik. Tapi kami juga menuntut ada penambahan pagu," ujarnya. "Sebelumnya kan sudah ditambah sekitar dua ribuan (pagu). Nah ini kami meminta ditambah agar siswa-siswa yang punya danem (nilai UN) bagus bisa tetap diterima di sekolah negeri."

Diketahui puluhan wali murid itu datang ke Dispendik Surabaya dengan menggunakan angkot. Mereka telah tiba sejak pukul 08.00 WIB.

Sejumlah perwakilan dari rombongan tersebut kemudian dipersilakan masuk dan beraudiensi dengan pihak Dispendik. Sementara massa lainnya terlihat menggelar spanduk dan poster sembari duduk-duduk di depan pagar pintu masuk.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait