Rijal mengatakan bahwa acara tersebut menjelaskan bahwa acara ini belum masuk ke acara inti saat dihentikan. Saat itu, ia hanya sedang melakukan check sound saat seorang staf Wagub dan dua petugas Satpol PP datang menemuinya.
- Nur Islamiyah
- Jumat, 28 Juni 2019 - 15:58 WIB
WowKeren - Sebuah acara musik yang diselenggarakan anak muda Makassar dihentikan. Panitia acara ini mengaku dipaksa menghentikan acara karena disebut mengganggu tidur siang Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Peristiwa yang kini jadi bahan pembicaraan di Makassar tersebut berlangsung di Cafe Red Corner, Kamis (28/6) kemarin, sekitar pukul 14.00 Wita. Acara yang bertajuk "Makassar Millennial Sound" yang isinya coaching clinic musik dan diskusi entrepreneur dengan kelompok milenial.
"Acara kami dihentikan karena mengganggu Wakil Gubernur tidur siang," ujar penanggung jawab acara, Rijal Jamal, Jumat (28/6) seperti yang dikutip dari Detik.
Rijal mengatakan bahwa acara tersebut menjelaskan bahwa acara ini belum masuk ke acara inti saat dihentikan. Saat itu, ia hanya sedang melakukan check sound saat seorang staf Wagub dan dua petugas Satpol PP datang menemuinya.
"Staf datang langsung marah-marah di depan orang banyak," katanya. "Jangan seenaknya juga."
Selain itu, Rjal juga mengaku langsung dihadapkan pada pihak kepolisian dan kelurahan setempat. Ia bersama manajemen Red Corner selaku pemilik kafe diminta tidak lagi menyelenggarakan acara yang mengandung unsur musik. Cafe Red Corner sendiri berada di Jalan Yusuf dg Ngawing. Rumah jabatan Wagub berada di jalan yang sama, berjarak sekitar 100 meter.
"Padahal kita ini kan anak muda yang bekerja di industri kreatif musik dan digital," ucapnya. "Saya mau sampaikan ini ada nilai ekonomi kreatifnya, ini industri kreatif."
Berdasarkan agenda Wagub Andi Sudirman pada siang kemarin, tercatat ia akan melakukan penyerahan simbolis Bantuan Banjir untuk 8 Kabupaten di kantor Dinas Perdagangan Sulsel. Namun, Andi tidak hadir dan akhirnya diwakilkan kepada Sekda Provinsi Sulsel.
Sementara itu, pihak Andi melalui stafnya, Fatahillah mengatakan bahwa acara tersebut tidak memiliki izin. "Sudah ada kesepakatan dengan pemilik kepada Polsek dan Kelurahan bahwa mereka tidak mengganggu lagi warga sekitar," katanya.
"Kegiatan rujab wagub terganggu. Banyak laporan warga, termasuk anak-anak kecil," lanjutnya. "Pak wagub juga masih punya anak kecil (bayi)."
(wk/nris)