Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut para calon jemaah haji Jawa Timur kloter 1 dan 2 di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada hari ini (5/7). Lukman lantas menjelaskan soal sistem zonasi tersebut.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 05 Juli 2019 - 16:30 WIB
WowKeren - Kementerian Agama memberlakukan sistem zonasi provinsi dalam Haji 2019. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
Lukman menyambut kedatangan para calon jemaah haji Jawa Timur kloter pertama dan kedua di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Ahes) pada hari ini (5/7). Ia lantas meminta agar ratusan calon jemaah haji bersyukur atas kesempatan yang mereka dapatkan, serta menjaga nama baik Indonesia selama berada di Arab Saudi.
"Kesempatan baik ini, saya ingin mengajak kita semua khususnya jamaah haji untuk bersyukur. Karena kita mendapat peluang berhaji," tutur Lukman dalam sambutannya di Hall Mina, Ahes, pada Jumat (5/7). "Kenikmatan yang luar biasa yang tidak semua muslim mendapatkan kesempatan peluang ini. Hidup ini hakikatnya dua. Bersyukur dan bersabar."
Setelah itu, Lukman menyebut ada pelayanan baru yang bisa dinikmati oleh calon jemaah haji kloter pertama dan kedua. Ia juga menyebut perihal sistem zonasi tersebut.
"Hotel minimal bintang tiga, makanan, transport, dan bus yang baru. Ini akan dirasakan Insya Allah jemaah tahun ini," jelas Lukman. "Tapi ada juga yang baru yang tidak dialami jemaah sebelumnya. Antara lain bahwa nanti panjenengan (Bapak dan Ibu) tinggal selama di Mekah di satu zonasi khusus Jatim."
Sebelumnya, jemaah satu provinsi bisa tersebar di beberapa wilayah selama menjalankan ibadah haji. Hal ini membuat jemaah yang satu keluarga jadi sulit untuk bertemu. Petugas sendiri juga tidak mudah untuk berkoordinasi.
Akhirnya, Kemenag menyiapkan tujuh zonasi pada tahun ini. Setiap embarkasi provinsi akan berada di satu wilayah.
"Berada di hotel di satu wilayah ini memudahkan koordinasi petugas. Petugas di sana menguasai bahasa jemaahnya," jelas Lukman. "Karena, maaf saja, ada yang bus daerah, bahasa Indonesia dia kurang paham. Terutama yang sepuh."
Di sisi lain, kloter 1 dan 2 jemaah haji ini berasal dari Kabupaten Magetan sebanyak 445 orang, Ngawi 315 orang, Ponorogo 62 orang, dan Kota Surabaya 68 orang. Nantinya, kedua kloter pertama ini akan diterbangkan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, pada Sabtu (6/7).
(wk/Bert)