Parpol Koalisi Jokowi 'Rebutan' Kursi Menteri, PDIP Santai Tak Akan Minta-Minta Jatah
Nasional

Menurut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, pembagian jatah kursi menteri menjadi hak prerogatif presiden sehingga partai ini tidak akan memperebutkan jatah kursi kementerian.

WowKeren - Sejumlah partai politik yang ada di koalisi pendukung Joko Widodo alias Jokowi mulai ramai membahas jatah kursi menteri. Meski demikian, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memilih untuk "santai".

Politisi PDIP Zuhairi Misrawi menilai bahwa pemberian jatah kursi menteri merupakan hak prerogatif Jokowi selaku presiden. Oleh sebab itu, PDIP tidak akan meminta-minta jatah kursi. "Ini merupakan salah satu concern PDIP dalam menghadapi tantangan ke depan," kata Zuhairi dilansir dari Antara, Sabtu (6/7).

Zuhairi menilai bahwa segenap bangsa Indonesia harus tetap berpegang teguh pada Pancasila untuk menyongsong masa depan. Sebab, perjalanan bangsa Indonesia harus tetap mengedepankan prinsip persatuan dan kesatuan demi menjaga keutuhan bangsa.

"Seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara harus betul-betul kokoh," tegas Zuhairi. "Pancasila harus terus hidup dan menjadi jalan hidup bagi bangsa Indonesia."


Zuhairi kemudian berbicara mengenai Nawacita kedua yang merupakan visi misi Jokowi untuk periode pemerintahan selanjutnya. Hal itu mengenai bagaimana membangun sumber daya manusia yang berkualitas sebagai bekal untuk membangun bangsa dan negara. "Membangun Indonesia menjadi kuat adalah membangun SDM berkualitas," lanjut Zuhairi.

Untuk bisa melangkah ke depan, seluruh masyarakat Indonesia harus bersatu padu. Untuk itu yang perlu dilakukan saat ini adalah terlebih dahulu menyatukan masyarakat yang sempat terpecah karena perbedaan pendapat selama Pilpres. Sebab jika tidak, Indonesia hanya akan jalan di tempat.

"Bangsa Indonesia sulit untuk maju jika masyarakatnya belum duduk bersama," lanjut Zuhairi. "Bersatu dan bersama-sama membangun bangsa."

Ia berharap konflik yang sempat pecah selama Pilpres karena pandangan politik yang berseberangan sebaiknya segera diselesaikan saat ini juga. Sebab jika tidak, hal itu hanya akan berdampak pada generasi penerus bangsa dan hanya akan menjadi penghambat.

"Untuk kemaslahatan bangsa," lanjut Zuhairi. "Jangan mewarisi generasi penerus dengan konflik-konflik tapi warisi dengan persatuan bangsa dan semangat gotong royong."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait