Sebelumnya, Kota Sawahlunto sempat dimasukkan ke dalam daftar sementara warisan dunia kategori budaya pada tahun 2015. Hingga pada akhirnya muncul usulan untuk memperluas tema nominasi.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 06 Juli 2019 - 20:50 WIB
WowKeren - Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO akhirnya menetapkan Pertambangan Ombilin yang ada di Sawahlunto, Sumatera Barat, sebagai warisan dunia. Pertambangan yang merupakan peninggalan era kolonial tersebut masuk ke dalam warisan dunia kategori budaya.
Penetapan tersebut dilakukan pada sidang ke-43 Komite Warisan Dunia UNESCO di Pusat Kongres Baku, Azerbaijan, pada Sabtu (6/7). "Alhamdulilah pada jam 12.15 waktu Baku sudah ditetapkan pertambangan batubara era kolonial Ombilin di Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia," kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramly dilansir dari Antara, Sabtu (6/7).
Sebelumnya pada tahun 2015, Sawahlunto sempat masuk ke dalam daftar sementara warisan dunia kategori budaya. Sejak saat itu, berbagai upaya makin intensif dilakukan hingga melahirkan usul agar memperluas tema nominasi untuk memperkuat Nilai Universal Luar Biasa atau Outstanding Universal Value.
Hal ini selanjutnya berdampak pada perluasan wilayah nominasi dengan menggabungkan sejumlah daerah mulai Padang, Padang Panjang, Solok (Kota dan Kabupaten), Padang Pariaman, hingga Tanah Datar ke dalam satu wilayah cakupan yang disebut Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.
Tentu saja pengajuan Pertambangan Omblilin bukan tanpa alasan. "Adapun pengajuan kriteria Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang menjadi Nilai Universal Luar Biasa adalah kriteria dua dan empat," jelas Ramly.
Kriteria dua mencakup adanya pertukaran penting dalam nilai kemanusiaan. Ombilin dianggap unik lantaran menjadi saksi adanya pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan Eropa terkait eksplorasi batubara khususnya di Asia Tenggara di akhir abad ke-19 sampai masa awal abad ke-20. Sedangkan kriteria empat berkaitan dengan tipe bangunan, arsitektur, dan kombinasi teknologi luar biasa yang menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia.
"Keunikan tambang batubara Ombilin di Sawahlunto menunjukkan contoh rangkaian kombinasi teknologi dalam suatu lanskap kota pertambangan yang dirancang untuk efisiensi sejak tahap ekstraksi batubara, pengolahan, dan transportasi," jelas Ramly. "Sebagaimana yang ditunjukkan dalam organisasi perusahaan, pembagian pekerja, sekolah pertambangan, dan penataan kota pertambangan yang dihuni oleh sekitar 7.000 penduduk."
(wk/zodi)