Guru Honorer di Pandeglang Bergaji Rp 350/Bulan Tinggal Di Toilet Sekolah, Camat Buka Suara
Nasional

Nining Suryani, Guru honorer SD Negeri Karyabuana 3, Pandeglang, mengaku telah memanfaatkan toilet sekolah sebagai bagian dari tempat tinggalnya sejak dua tahun yang lalu.

WowKeren - Guru honorer SD Negeri Karyabuana 3, Pandeglang, Nining Suryani (46), mengaku terpaksa menggunakan toilet sekolah sebagai tempat tinggalnya. Ia mengatakan dirinya sudah tinggal di sana sejak dua tahun yang lalu lantaran tidak memiliki uang untuk membangun rumah.

"Sudah dua tahun tinggal," kata Nining di Banten, Senin (15/7). "Nggak punya rumah, rumahnya roboh. Mau mendirikan lagi uangnya nggak ada, buat anak sekolah."


Karena tidak memiliki biaya untuk membangun rumah, Nining meminta izin kepada kepala sekolah untuk memanfaatkan toilet sekolah dan bagian sampingnya. "Kalau nempatin WC memang nggak boleh, kan ini dibangun di sebelahnya," jelas Nining.

Nining telah menjadi guru honorer sejak 2004 silam namun ia tak kunjung diangkat menjadi PNS. Ia pun mengaku mendapat upah sebesar Rp 350 ribu yang dibayarkan per tiga bulan. "Putus asa karena pemerintah nggak ada kebijakan buat saya, putus ada usia sudah tua bagaimana selanjutnya kalau nggak ada perhatian dari pemerintah," lanjut Nining.

Terkait hal ini, Pihak Kecamatan Cigeulis mengaku prihatin. Sekretaris Camat Cigeulis, E Hadikusuma mengatakan bahwa tempat yang ditinggali Nining sebenarnya tidak layak untuk ditinggali. "Dilihat tempat itu tidak layak ditinggali oleh manusia," ujar Hadi di Banten, Senin (15/7).

Segenap jajaran pegawai kecamatan, guru, hingga komite sepakat untuk menggalang dana guna membangunkan rumah untuk Nining. Sebab, adalah hal yang miris ketika seorang pengajar harus tinggal di toilet. "Swadaya iuran. Sepakat bagaimana ibu Nining dapat rumah layak. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali guru tinggal di WC," tutur Hadi.

Terkait izin yang diberikan oleh pihak sekolah untuk Nining, Hadi mengatakan bahwa hal itu terpaksa dilakukan karena tidak ada pilihan lain. "Bukan mengizinkan, terpaksa mengizinkan dengan direnovasi tambah ruang. Kebetulan ibu Nining tidak mampu, akhirnya memanfaatkan tempat itu," jelas Hadi.

Nining tinggal di tempat itu bersama dengan suaminya, Ebi Husaebi. Mereka membuat bangunan seadanya dengan menggunakan tripleks. Mereka juga menambah penghasilan dengan menjual jajanan untuk anak sekolah.

You can share this post!

Related Posts
Loading...