Hoaks Truk TNI Disebut Angkut WN Tiongkok, Penumpangnya Ternyata Mahasiswa Atma Jaya
Nasional

Sebelumnya, sebuah video pendek yang menyebut ada 3 truk TNI mengangkut warga negara Tiongkok dari Jakarta ke Bandung viral di media sosial. TNI sendiri telah memberi bantahan.

WowKeren - Sebuah video pendek yang menyebut 3 truk milik TNI mengangkut warga negara Tiongkok dari Jakarta ke Bandung viral di media sosial. Video tersebut diambil oleh seseorang dari dalam mobil kala tengah melintasi jalan tol.

Dalam video tersebut, tampak truk berwarna hitam dengan velg berwarna merah. Pengambil video tersebut juga sempat zooming ke arah para penumpangnya yang mengenakan masker wajah.


Pihak TNI sendiri telah membantah hal tersebut. Menurut Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi, truk TNI tidak memiliki ciri-ciri seperti yang tampak dalam video tersebut.

"Truk tersebut bukan kendaraan operasional TNI baik dari satuan Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), maupun Angkatan Laut (AL)," tutur Sisriadi pada Minggu (14/7). "Mobil angkutan TNI harus dilengkapi identitas satuan."

Setelah dibantah oleh TNI, kini identitas para penumpang yang diangkut truk tersebut telah terungkap. Rupanya, mereka adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya Jakarta.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh Kabiro Marketing dan Public Relations Unika Atma Jaya, Anton Binsar. Menurut Anton, para mahasiswa tersebut hendak mengikuti kegiatan medicamp.

"Tidak benar seperti yang dinarasikan di video," tegas Anton dilansir Kumparan pada Selasa (16/7). "Itu adalah kegiatan medicamp ke Bandung, pengenalan kampus untuk mahasiswa angkatan 2019-2020 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya."

Anton lantas menyayangkan narasi yang beredar tentang video tersebut lantaran tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. "Berarti ini kan termasuk hoaks," ujar Anton.

Menurut Anton, medicamp merupakan kegiatan rutin tahunan FKIK Unika Atma Jaya. Selain itu, kegiatan mahasiswa dengan menggunakan truk merupakan hal yang biasa di Unika Atma Jaya.

Namun, terkait dengan penggunaan truk yang disebut tak memiliki pelat nomor tersebut, Anton mengaku tidak tahu secara detail. "Kalau detailnya saya kurang tahu, karena itu kebijakan masing-masing fakultas," pungkas Anton.

You can share this post!

Related Posts
Loading...