Ketua Departemen Politik DPP Partai Keadilan Sejahtera Pipin Sopian menganggap kehadiran partai oposisi masih diperlukan sebagai penyeimbang pemerintahan sehingga demokrasi bisa tetap berjalan sehat.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 24 Juli 2019 - 15:41 WIB
WowKeren - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung kesolidan koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin jika memang menolak penambahan partai baru di dalamnya. Hal itu dikemukakan oleh Ketua Departemen Politik DPP Partai Keadilan Sejahtera, Pipin Sopian.
Pipin menilai bahwa tidak semua partai harus ditarik menjadi satu koalisi. Sebab walau bagaimanapun juga, kehadiran partai oposisi tetap diperlukan sebagai penyeimbang di pemerintahan.
"Untuk kebaikan bersama sebaiknya memang tidak semua partai ditarik atau menarik diri jadi koalisi partai pendukung pemerintah," kata Pipin dilansir dari Kompas, Rabu (24/7). "Perlu ada koalisi partai oposisi yang kredibel dan bermartabat sebagai penyeimbang pemerintahan."
Seperti diketahui, sejumlah partai oposisi yang dulunya mendukung Prabowo Subianto saat Pilpres 2019 lalu disebut-sebut akan menyeberang untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Namun tidak demikian halnya dengan PKS. PKS menegaskan bahwa mereka akan tetap berada di luar pemerintahan. Menurut Pipin, adanya oposisi yang seimbang dengan partai koalisi akan membuat demokrasi di Indonesia semakin sehat.
"Meskipun sistem yang kita gunakan sistem presidensial dan tidak diatur dalam konstitusi, namun tidak dilarang," jelas Pipin. "Dan dalam praktiknya kita sudah menerapkan koalisi partai oposisi seperti dilakukan Gerindra dan PKS pada 2014-2019. Ini sehat bagi demokrasi."
Ia berharap agar partai politik bisa tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah jika memang dianggap kurang sesuai. "Jangan sampai DPR hanya jadi alat stempel kebijakan pemerintah. Partai politik kehilangan daya kritis karena sudah digadai jabatan menteri. Makanya saya setuju kesolidan KIK," lanjut Pipin.
Sebelumnya, hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua DPP PDIP Andreas Pareira. Andreas menilai penting bagi KIK untuk tetap solid. Penambahan partai justru dinilai bisa mengganggu hal tersebut. "Bahwa di luar itu ada suara-suara yang ingin bergabung, tapi yang penting pertama itu koalisi solid. Sehingga jangan sampai ada penambahan atau ini justru membuat koalisi tidak solid," kata Andreas, Selasa (23/7).
(wk/zodi)