Akhir-akhir ini semakin sering pemberitaan soal artis yang terjerat kasus narkoba. Kendati demikian, Zarima yang dulunya dijuluki ‘Ratu Ekstasi’ memberikan tanggapannya.
- Wahyu
- Kamis, 25 Juli 2019 - 09:48 WIB
WowKeren - Banyaknya kasus narkoba yang terjadi di kalangan artis membuat masyarakat mulai resah. Terlebih lagi ketika public figure tersebut adalah bagian dari idola mereka. Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini, artis komedian Nunung dan aktor ternama Jefri Nichol ditangkap oleh polisi lantaran menggunakan narkoba.
Kendati demikian, Zarima Mirafsur buka suara untuk menanggapi kabar tersebut. Sosok artis yang sempat dijuluki “Ratu Ekstasi” ini pernah terlibat skandal narkoba pada tahun 2003 lantaran membawa tiga puluh ribu pil jenis ekstasi.
Lantas Zarima menjelaskan beberapa alasan artis rawan mengkonsumsi barang haram tersebut. Salah satu yang paling utama adalah karena sulitnya mengatur waktu istirahat di tengah-tengah kesibukan syuting.
“Dari pengamalan saya mobilitas yang kita harus siap ya on time syuting jadi mungkin ada rasa tekanan juga, stres, jadi untuk menghilangkan itu lah,” ujar Zamira ditemui WowKeren di Polres Jakarta Selatan, Rabu (24/7). “Biasanya itu kita lari seperti doping tapi itu yang salah, itu cara yang salah, mungkin karena ngatur waktu juga, karena tidak semua orang bisa ngatur waktu tidur, olahraga, untuk ibadah, jadi tidak ada kesenangan itu sehingga larinya ke konsumsi narkoba.”
Selain itu, Zarima juga menegaskan bahwa lingkungan yang kurang baik juga sangat berpengaruh untuk seseorang turut mengkonsumsi narkoba. “Teman itu sangat berpengaruh sekali, apalagi saat kita lemah,” ujar Zarima.
Lebih lanjut, perempuan berusia 44 tahun itu juga memaparkan beberapa jenis narkoba yang biasa digunakan oleh kalangan artis. “Yang ekstasi, kalau sekarang kan sudah ganja, da juga sudah sabu, itu yang marak,” pungkas Zarima.
Kendati demikian, Zarima memperingatkan kepada para orangtua untuk lebih memperhatikan putra-putrinya. “Jadi saya sarankan mulai sekarang orang tua harus meluangkan waktu untuk anak-anaknya. Ngecek lah setiap hari dipanggil lah anak-anak nya ngecek kegiatannya apa, itu saja sih dan juga jangan tabu dengan pengetahuan obat-obatan narkoba,” papar Zarima.
Lalu Zarima pun menegaskan untuk senantiasa berada di lingkungan yang sehat agar terhindar dari bahaya narkoba. “Tergantung pribadi ya, tapi saya rasa kalau lingkungannya sehat, dan agamanya juga bagus, saya rasa bisa terhindar dari narkoba,” tukas Zarima.
(wk/wahy)