Video seorang pria yang mengenakan kacamata hitam dan mengancam akan membunuh Gubernur Anies Baswedan, Habib Rizieq, hingga Amien Rais, beredar di dunia maya.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 25 Juli 2019 - 16:05 WIB
WowKeren - Sebuah video seorang pria yang mengancam akan membunuh sejumlah tokoh Indonesia beredar di dunia maya. Dalam video berdurasi 4 menit tersebut, pria berkacamata hitam itu mengancam akan membunuh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Habib Rizieq, hingga Amien Rais.
Pria tersebut mengkritik kinerja Anies sebagai seorang Gubernur, dan terus mengeluarkan kata-kata tak pantas. "Sayang lu ada hukumnya kalau enggak ada hukum, lu deretan orang- orang yang akan gua bunuh lu, Rizieq Syihab, Amien Rais, termasuk lu (Anies Baswedan)," ujar pria dalam video tersebut.
Pria yang belum diketahui identitasnya itu diduga tidak berada di Indonesia, melainkan di Hong Kong. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) pun dilibatkan dalam pengusutan kasus ini.
"Kami masih mencoba melakukan penelusuran terhadap pelaku tersebut. Belum bisa dipastikan yang bersangkutan adalah WNI atau WNI yang sudah menjadi warga Hong Kong," terang Acting Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Mandala Purba, dilansir Kumparan pada Kamis (25/7). "Oleh karena itu, kami sedang berkoordinasi dengan pihak keamanan Hong Kong dan sumber lainnya untuk mencari informasi lebih lanjut."
Selain itu, Mandala juga menyayangkan beredarnya video ancaman tersebut. Menurut Mandala, video yang berisi konten kekerasan ataupun kebencian seharusnya tidak diunggah ke sosial media lantaran bisa menimbulkan rasa benci terhadap kelompok tertentu. "Sejauh ini KJRI Hong Kong belum mendapatkan informasi tentang video seorang laki-laki berbahasa Indonesia yang mengeluarkan ancaman untuk membunuh Gubernur Anies Baswedan," pungkas Mandala.
Sementara itu, Bareskrim Polri rupanya telah menerima video menghebohkan tersebut. Bareskrim mengaku akan menyelidiki video tersebut.
Meski demikian, Kasubdit II Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, menjelaskan bahwa seharusnya pihak yang diancam dalam video itu, termasuk Anies, melaporkannya ke Bareskrim. "Harus ada laporannya (dari Anies)," kata Rickynaldo dilansir Kumparan pada hari ini (25/7).
Hal senada juga diungkapkan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Menurut Dedi, Bareskrim akan mendalami dugaan pelanggaran pidana yang terdapat dalam video ancaman tersebut. "Saya serahkan ke siber. Dipelajari dulu," tutur Dedi.
(wk/Bert)