Atasi Tumpahan Minyak di Karawang, Pertamina: Tinggal 10 Persen Dari Volume Awal
Nasional

Setelah melakukan berbagai cara akhirnya PT Pertamina berhasil atasi tumpahan minyak di Perairan Karawang. Hingga Kamis (1/8) tercatat tersisa 10 persen dari volume awal.

WowKeren - PT Pertamina (Persero) mengklaim jika usahanya untuk mengatasi tumpahan minyak di perairan Karawang kini hanya menyisakan 10 persen dari volume awal yakni 3.000 barel per hari (bph). Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan volume tumpahan minyak di blok Offshore North West Java tercatat sebesar 300 bph pada Kamis (1/8).

Nicke mengatakan bahwa perseroan telah memasang movable oil boom dan static oil boom untuk menghadang oil spill yang lepas dari sumber utama. Pertamina juga diketahui telah melepas ribuan meter oil boom yang tersebar di perarian Karawang.

Adapun upaya tersebut adalah Pertamina melakukan proteksi hingga tujuh lapis untuk menghalau minyak yang tumpah mencapai ke daratan. Dalam penanganan ini Pertamina melibatkan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Boots & Coots.

Pada lapis pertama yang berada di sekitar anjungan YY, Pertamina mengurung tumpahan oil boom agar minyak tersebut tertahan di dalam lingkungan anjungan tersebut. Hal yang sama dilakukan pada lapisan kedua dan ketiga agar minyak tidak mengalir keluar.


Pada lapis keempat digunakan untuk melindungi anjungan Suhana yang berada tepat di sebelah anjungan YY. Di Lapis kelima dan keenam, Pertamina memasang oil boom di Tanjung Sedari dan Tanjung Bekasi. Hingga pada lapis terakhir Pertamina melakukan pantauan udara dan oil boom untuk menangkap minyak yang terlanjur mengalir.

Pertamina juga menerjunkan sebanyak 39 kapal patroli yang dapat menampung sementara oil spill yang berada di permukaan laut. Sedangkan di pesisir pantai, Pertamina bekerja sama dengan sekitar 800 orang relawan yang terdiri dari gabungan TNI dan Polri untuk membersihkan tumpahan minyak yang sampai ke darat. “Kami berkomitmen bertanggung jawab untuk recovery semua ini dan kami prihatin,” jelasnya.

Meski volume minyak yang tumpah sudah berkurang, Nicke mengingatkan jika pihaknya harus tetap mawas diri bila terjadi suatu kondisi yang di luar prediksi. "Ini dampak volumenya sudah semakin mengecil, tapi upaya tetap kami awasi," jelasnya.

Seperti yang diketahui, tumpahan minyak tersebut disebabkan oleh kebocoran di sumur gas YYA-1 ONWJ. Berdasarkan catatan Pertamina beberapa daerah yang terkena dampak tumpahan minyak tersebut antara lain, Tanjung Pakis, Segar Jaya, Tambak Sari, Tambak Sumur, Sedari, Cemar Jaya, Sungai Buntu, Pusaka Jaya Utara, Mekar Pohaci untuk wilayah Karawang. Sedangkan untuk wilayah Bekasi, pantai Bahagia dan Pantai Bakti.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait