Usai listrik padam, masyarakat mengeluhkan hilangnya sinyal pada jaringan seluler sejumlah provider. Menkominfo Rudiantara memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 05 Agustus 2019 - 13:44 WIB
WowKeren - Dampak listrik padam yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (4/8) dirasakan oleh masyarakat luas. Pasalnya, hal itu berimbas pada melemahnya jaringan seluler.
Sesaat setelah listrik padam, jaringan sinyal oleh sejumlah provider pun juga diketahui hilang. Sontak saja hal ini sangat dikeluhkan masyarakat.
Terkait hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan kaitan antara padamnya listrik dengan melemahnya jaringan seluler. Jaringan seluler ikut terputus lantaran sebagian BTS (Base Transceiver Station) masih mengandalkan pasokan listrik dari PLN.
Sehingga jika pasokan listrik berhenti, BTS itu pun akan berhenti beroperasi. Ia menuturkan bahwa sebagian BTS memang dilengkapi UPS dengan ketahanan 3-4 jam. Namun selepas itu, BTS tidak memiliki cadangan listrik cukup.
"Kemudian untuk hub perantaranya BTS pakai genset, jadi UPS mati," kata Rudiantara di Kantor Pusat PLN, Senin (5/8). "Jadi nggak terpasok listrik dan yang hidup hanya hub."
Rudiantara melihat bahwa memang terdapat pembangkit listrik cadangan seperti genset di sejumlah lokasi BTS dan hub. Misalnya seperti BTS yang lokasinya menempel dengan gedung. BTS ini bisa tetap beroperasi lantaran masih mendapat pasokan listrik cadangan.
Ia mengakui jika sebagian jaringan seluler masih belum bisa kembali normal. Semua jaringan baru bisa berjalan normal jika pasokan listrik kembali seperti semula. "Peak kurang lebih 25 persen hanya Jabodetabek habis peak, setelah itu recover. Kemarin peak-nya puncaknya antara jam 3 sore sampai jam 6," jelas Rudiantara.
Terkait kapan jaringan listrik akan kembali normal, pihak PLN juga belum bisa memastikan. Presiden Joko Widodo ikut angkat bicara mengenai insiden tersebut. Menurut Jokowi, kejadian serupa pernah terjadi pada 2002 silam ketika listrik di Jawa dan Bali padam selama dua hari. Jokowi menyayangkan bahwa seharusnya kejadian semacam itu tak terulang lagi seperti sekarang ini.
(wk/zodi)