Ribuan Warga Terdampak Tumpahan Minyak Karawang, Pihak Pertamina Siap Tanggung Jawab
Nasional

Ribuan warga di pesisir Karawang mengeluhkan gatal-gatal dan pusing setelah terkena dampak tumpahan minyak milik PT Pertamina. Untuk itu PT Pertamina Hulu Energi menyediakan 6 posko kesehatan yang tersebar di Karawang dan Kepulauan Seribu.

WowKeren - PT Pertamina Hulu Energi – Offshore North West Java (PHE – ONWJ) akan memberikan pelayanan kepada warga di pesisir Karawang yang terkena dampak tumpahan minyak (oil spill). Yaitu dengan mendirikan enam posko kesehatan dan menyediakan layanan dokter keliling.

Diketahui jika warga yang bertempat tinggal di pesisir Karawang (Jawa Barat) terkena dampak dari tumpahan minyak milik PT Pertamina tersebut. Salah satu dampaknya adalah kesehatan para warga yang menurun serta banyak yang mengalami sakit kulit berupa gatal-gatal dan pusing di kepala. Dari keenam posko kesehatan dan layanan dokter keliling tersebut saat ini sudah menangani 7.504 orang yang terdampak.

VP Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya menyatakan jika pihak PHE ONWJ telah menggandeng Pertamedika untuk menyiagakan enam posko kesehatan agar melayani masyarakat di wilayah terdampak. Terutama untuk yang berada di kawasan Karawang dan Kepulauan Seribu.

Sebanyak 5 posko kesehatan sudah disiagakan di Karawang dan tersebar di Desa Cemara Jaya, Sungai Buntu, Sedari, Tambak Sari dan Muara Beting. Pada posko-posko tersebut akan didukung oleh 5 orang dokter, 35 tenaga medis, dan diperkuat dengan 5 unit ambulans yang dilengkapi dengan peralatan medis dan obat-obatan.


Sedangkan di Kepulauan Seribu, PHE ONWJ telah menempatkan 1 tim medis yang terdiri dari 1 orang dokter dibantu oleh 2 tenaga medis dan perahu ambulans atau ambulans laut yang bekerja sama dengan puskesmas Pulau Tidung dan Pulau Lancang.

Ifki menjelaskan jika seluruh Posko Kesehatan milik PHE ONWJ itu setiap harinya melayani rata-rata sekitar 500 orang. “Seluruh Posko Kesehatan PHE ONWJ setiap hari rata-rata melayani sekitar 500 orang, termasuk layanan dokter keliling dari Karawang hingga Bekasi. Mereka melayani masyarakat yang sulit dijangkau serta masyarakat yang sudah lanjut usia,” jelas Ifki kepada awak media, Kamis (15/8).

Untuk mendukung layanan tersebut, pihak PHE ONWJ juga telah menyiagakan ambulans dengan standard emergensi yang dilengkapi dengan alat defibrilasi jantung otomatis (Automated External Defibrillator atau AED). Untuk antisipasi tindakan darurat bagi masyarakat yang terkena serangan jantung.

Ifki juga menambahkan jika selain melayani masyarakat yang terdampak, tim medis juga melakukan sosialisasi kesehatan, serta daily check up kepada para tenaga pendukung dan sukarelawan yang membantu dalam pembersihan pantai. "Tak hanya melayani warga yang sakit pusing dan gatal saja, posko kesehatan juga melayani keluhan masyarakat mengenai berbagai penyakit yang sudah lama diderita," lanjutnya.

Hingga saat ini, PHE ONWJ didukung 3.963 personel yang terbagi dua kelompok. Di mana 959 personel bertugas di perairan dan 3.004 personel bertugas di daratan. Untuk personel yang bertugas di daratan akan didukung oleh Oil Spill Combat Team (OSCT), TNI, Polri, dan masyarakat pesisir Karawang.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait