Wacana Presiden Jokowi mengenai perekrutan Menteri Muda memang mengundang berbagai reaksi dari kalangan. Pakar pun menilai Menteri Muda ini nantinya tidak hanya bermodalkan ide-ide segar saja dalam menjalankan tugas.
- Wahyu
- Jumat, 16 Agustus 2019 - 09:09 WIB
WowKeren - Wacana Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo mengenai menteri muda memang menuai beragam reaksi. Tak hanya masyarakat umum bahkan orang-orang berkedudukan juga menyampaikan pendapatnya mengenai ide tentang anak muda yang akan mengisi kabinet baru tersebut.
Alasan dari gagasan tersebut adalah banyaknya orang yang mempercayai jika sosok-sosok muda tersebut akan membawa angin segar di Pemerintah. Tak hanya itu orang-orang muda biasanya dinilai akan memunculkan gebrakan-gebrakan baru dalam pemerintahan.
Sayangnya, Peneliti di Departemen Politik dan Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengungkapkan hal lain. Ia menilai jika hal-hal tersebut tidak cukup sebagai modal untuk menjadi menteri.
“Iya kalau alasan kesegaran ide, enggak cukup menurut saya. Pengalaman juga dibutuhkan,” ujar Arya dilansir dari Kompas, Kamis (15/8) siang.
Arya menambahkan jika sebenarnya tidak masalah jika seseorang dari kalangan muda menjadi menteri kabinet. Asalkan sosok tersebut harus memiliki kapabilitas yang memadai di berbagai aspek. "Jadi tidak hanya modal ide segar. Kalau hanya mengandalkan kesegaran ide, ya anak-anak muda tinggal dijadikan staf-staf ahli saja, idenya bisa diserap kan,” kata Arya.
Menjadi seorang menteri tidak hanya menyalurkan ide saja, tapi juga harus bisa menyusun ide tersebut menjadi sebuah kebijakan dan mengeksekusinya langsung hingga berdampak bagi masyarakat.
“Ini kan eksekutor, bagaimana dia mengeksekusi ide-ide itu. Jadi enggak cukup dia hanya punya ide, semua orang bisa punya ide. Tapi kemampuan leadership ini lebih penting,” jelas Arya.
Oleh sebab itu, Arya menyebutkan jika selain kelebihan-kelebihan yang dimiliki, kaum muda yang akan duduk di kursi menteri juga harus dituntut untuk memiliki kemampuan kepemimpinan yang matang.
Sosok menteri muda ini sendiri dinilai bisa menempati sejumlah pos kementerian, salah satunya seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). “Menurut saya bukan dilihat posnya, terserah posnya di mana. Yang penting dia mampu enggak? Dia kapabel enggak? Dia punya pengalaman enggak, yang penting soal leadership,” tambahnya.
(wk/wahy)