Sejumlah pengusaha yang bergerak di bidang perunggasan menolak wacana Pemerintah untuk melakukan impor daging ayam Brasil. Karena wacana tersebut dinilai akan menghancurkan nasib peternak ayam lokal.
- Wahyu
- Jumat, 16 Agustus 2019 - 13:52 WIB
WowKeren - Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (Arphuin) menolak rencana pemerintah yang hendak membuka keran impor daging ayam dari Brasil. "Arphuin menolak keras rencana pemerintah untuk impor daging ayam dari Brazil," ujar Kepala Bidang Hukum dan Humas Arphuin Cecep M Wahyudin dalam keterangan resminya, Jumat (16/8).
Cecep mengatakan jika wacana impor ayam Brasil ini dilakukan maka akan berpotensi besar untuk mengarahkan penyaluran ayam dari peternak lokal menuju kehancuran. "Berbagai elemen pelaku perunggasan menyatakan kekhawatirannya terhadap situasi ini sebab berpotensi besar menghancurkan peternakan unggas rakyat," kata Cecep.
Peternak unggas di Indonesia dinilai sudah mampu untuk menyuplai kebutuhan daging ayam yang berkualitas dan halal untuk masyarakat. Cecep juga menambahkan jika kebutuhan daging ayam di Indonesia harus sesuai dengan latar belakang masyarakat Indonesia sendiri.
Sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim oleh karena itu masyarakat membutuhkan daging ayam yang halal. Sedangkan semua peternak yang tergabung dalam Arphuin sudah mengantongi sertifikat halal.
"Seluruh anggota Arphuin mampu menyuplai kebutuhan daging ayam yang aman, sehat, utuh dan halal bagi seluruh masyarakat Indonesia. Seluruh rumah potong ayam (RPA) anggota Arphuin telah tersertifikasi halal dengan dilengkapi nomor kontrol veteriner dan memperhatikan aspek-aspek dari higienitas dan keamanan pangan," terang Cecep. "Selain itu, seluruh anggota Arphuin sangat memperhatikan sistem rantai dingin mulai dari fasilitas produksi hingga ke pelanggan atau konsumen.
Indonesia sendiri telah melakukan swasembada dalam produksi karkas sayam atau ayam potong utuh. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 tercatat, potensi produksi karkas ayam sebanyak 3,38 juta ton yang diproyeksikan mumpuni untuk kebutuhan konsumsi sebanyak 3,05 juta ton.
Oleh karena itu, Cecep menuturkan bahwa impor ayam Brasil ini sesungguhnya tidak dibutuhkan dan juga dinilai tidak memberikan multiplier effect bagi perekonomian Indonesia.
Sebelumnya, Pemerintah telah mengemukakan wacana perihal impor daging ayam asal Brasil. Hal ini dilakukan karena Indonesia kalah dalam sidang sengketa World Trade Organization (WTO). Di tahun 2014, Brasil mengguggat Indonesia karena menolak tawaran impor daging ayam Brasil.
(wk/wahy)