5000 Massa Buruh Dihadang TNI-Polri, Demonstran: Ruang Demokrasi Semakin Ditutup
Antara
Nasional

Massa yang mayoritas buruh itu mengaku tidak setuju dengan rencana revisi UU Ketenagakerjaan 13/2003. Bila direvisi, maka kesejahteraan para pekerja, termasuk pegawai tetap, dapat terganggu.

WowKeren - Diketahui sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI digelar hari ini, Jumat (16/8). Bertempat di Kompleks Parlemen, Senayan, Presiden Joko Widodo tampak memberikan pidato di tiga segmen berbeda pada agenda tersebut.

Namun agenda ini rupanya "disambut" dengan rencana demonstrasi oleh ribuan massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak). Mayoritas dari mereka merupakan buruh yang hendak memprotes rencana revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Tetapi pergerakan massa ini rupanya dihalau oleh aparat keamanan yang melibatkan TNI dan Polri. Mereka dihadang di sejumlah kawasan, mulai dari Bekasi, Tangerang, Kota Tangerang, hingga kawasan Jakarta Utara.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah mengatakan pihaknya telah berusaha menyampaikan surat pemberitahuan aksi ke Polda Metro Jaya. Hanya saja pihak kepolisian tak berkenan mengeluarkan izin.

"Dan kita menyampaikan surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya," kata Ilhamsyah di lokasi aksi massa. "(Namun) pihak Polda tidak mau membuatkan dan mengeluarkan STTP bagi kawan-kawan yang ingin melakukan aksi."


Menurut Ilhamsyah, pihak keamanan sudah mengimbau mereka untuk membatalkan aksi tersebut. Namun, menurutnya imbauan itu tidak beralasan. Apalagi pihaknya juga sudah menegaskan tidak akan mengganggu acara serta tidak berbuat rusuh.

Oleh karena itu, ia mengecam tindakan oleh aparat keamanan ini. Menurutnya, penghadangan massa ini menunjukkan sikap represif aparat yang mencederai demokrasi.

"Kita mengecam tindakan kepolisian terhadap rakyat yang menyampaikan aspirasi yang menyampaikan pendapat di tempat umum. Jelas kepolisian melanggar," paparnya, dilansir dari Suara. "Dan bagi pemerintah, ini adalah contoh yang tidak baik. Apa yang dikatakan ruang-ruang demokrasi semakin ditutup, ini kembali menjadi kenyataan."

Namun penghadangan ini tak menyurutkan niat mereka menyampaikan aspirasi. Dihimpun dari Detik News, massa demonstran itu justru menggelar aksi di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat.

Dengan mengenakan baju merah, massa menyerukan penolakan mereka terhadap revisi UU Ketenagakerjaan yang dimaksud. Mereka pun membawa spanduk di mobil komando dengan tulisan "Tolak Revisi UUK Versi Pengusaha dan Pemerintah, Indonesia Bukan Milik Kaum Modal".

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait