Anies Bahas Keahlian Bahasa Internasional, PDIP: Tak Ada yang Kritik Jokowi Kecuali Orang Indonesia
Instagram/evndari
Nasional

Menurut Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, yang penting dilihat dalam kualitas seorang pemimpin adalah kinerjanya, bukan kemampuan bahasanya.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sempat menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo terkait kunjungan ke luar negeri. Anies menilai bahwa kemampuan berbahasa internasional merupakan hal yang penting bagi para pemimpin lembaga negara.

Pernyataan Anies tersebut lantas ditanggapi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurut PDIP, yang penting dilihat dalam kualitas seorang pemimpin adalah kinerjanya, bukan kemampuan bahasanya.


"Begini loh, orang itu enggak dilihat ngomongnya. Pak Jokowi kan enggak ada yang ngeritik kecuali orang Indonesia sendiri toh," tutur Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, pada Jumat (16/8). "Orang-orang luar kan malah apresiasi luar biasa dari kerjanya, bukan dari ngomongnya."

Selain itu, para pemimpin negara tetangga juga disebut Eva tak ada yang mempersoalkan bahasa Presiden Jokowi. Karena bahasa bukanlah persoalan penting dan tak masuk dalam kompetisi.

"Jadi apa itu, pemimpin UE (Uni Eropa), Inggris, Amerika, semua appreciate. Dan tidak seorang pun menyoal bahasa, karena it's not important. Apalagi menurut UU Protokol kan harus berbahasa Indonesia memang. Jadi ini bukan kompetisi Bahasa Inggris," jelas Eva. "Tapi yang paling penting kinerja, output. Tadi (saat pidato kenegaraan di DPR) Pak Jokowi mengingatkan, sekarang saatnya kita bicara impact dan outcome, not only output."

Sebelumnya, Jokowi menyindir para pejabat negara yang gemar melakukan perjalanan dinas keluar negeri untuk melakukan studi banding dalam Pidato Kenegaraannya pada Jumat (16/8). Menurut Jokowi, para pejabat eksekutif tersebut tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri. Sebab, informasi yang berguna untuk studi banding bisa didapatkan dari ponsel.

Eva lantas menilai Jokowi hanya ingin mengingatkan semua pihak, termasuk dirinya, agar uang negara digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi rakyat. Bukannya menyindir Anies secara personal.

"Aku enggak yakin Pak Jokowi nyindir Anies, kena gitu loh. Itu kan umum, pernyataan umum, karena dia pengin kita menggunakan duit setiap sennya itu ya produktif, enggak usah untuk hal-hal yang enggak produktif, begitu," pungkas Eva. "Aku juga maknainya begitu. Kok sensi banget ya Mas Anies? Karena dia sudah dibahas kan beberapa kali oleh Mas Tjahjo Kumolo (Mendagri), jadi sensi."

You can share this post!

Related Posts
Loading...