Pengajuan mosi tidak percaya ini sempat memancing perhatian nasional. Terbukti dari tagar #GolkarReborn yang sempat memasuki daftar sepuluh besar Trending Topic Indonesia.
- Elvariza Opita
- Jumat, 30 Agustus 2019 - 19:25 WIB
WowKeren - Kisruh internal Partai Golongan Karya (Golkar) seolah tak menemui titik terang. Bahkan kali ini sejumlah kader Golkar dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai dikabarkan mengajukan mosi tak percaya pada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Mereka menuding ada penyimpangan di tubuh partai berlambang pohon beringin itu.
"Kami pengurus harian dan pengurus pleno DPP Partai Golkar, dengan kesadaran penuh menyatakan mosi tidak percaya," ujar pengurus pleno DPP Partai Golkar, Sirajuddin Abdul Wahab di Restoran Batik Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (30/8). "Kepada kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto."
Mereka menilai kepemimpinan Airlangga membuat eksistensi dan keutuhan Partai Golkar di masa depan menjadi mengkhawatirkan. Apalagi selama ini kegiatan di dalam kantor DPP tidak berjalan.
"Tujuan tama untuk menjaga eksistensi, kelangsungan dan keutuhan Partai Golkar," jelas Sirajuddin, dilansir dari Detik News. "Dalam rangka melanjutkan pengabdian dan karya-karya pembangunan bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia."
"Melihat kantor DPP Partai Golkar Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, yang telah lumpuh dari semua aktivitas normal keorganisasian Partai Golkar," imbuhnya. "Kami pengurus harian dan pengurus Pleno DPP Partai Golkar menilai DPP Partai Golkar dalam keadaan berbahaya dan mengkhawatirkan."
Setelah pengajuan mosi tidak percaya ini, para kader Golkar dijadwalkan akan menggelar forum musyawarah atau rapat pleno organisasi. Nantinya rapat pleno ini akan berlangsung hingga tingkat musyawarah nasional.
Kisruh internal Golkar ini rupanya menarik perhatian masyarakat Indonesia. Pasalnya pada Jumat (30/8) pukul 19.00 WIB, tagar #GolkarReborn sempat memasuki daftar sepuluh besar Trending Topic Indonesia. Lewat tagar tersebut, warganet kompak membeberkan semua dugaan penyimpangan yang terjadi di tubuh partai.
(wk/elva)