Dana tersebut diajukan untuk tahun anggaran 2020. Bila dikabulkan, Kemenpora berniat mulai mempromosikan Indonesia sebagai calon tuan rumah di Olimpiade Tokyo tahun depan.
- Elvariza Opita
- Selasa, 03 September 2019 - 13:07 WIB
WowKeren - Belakangan ini pemerintah Indonesia memang sangat aktif mengajukan diri sebagai tuan rumah gelaran berskala internasional. Salah satu event internasional terbaru yang sukses digelar adalah ajang Asian Games pada Agustus dan September 2018 lalu.
Usai Asian Games, rupanya pemerintah juga membidik ajang Olimpiade. Informasi ini dibenarkan seiring dengan pengajuan dana sebesar Rp 10 miliar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Dilansir dari laman Suara, Menpora Imam Nahrawi mengajukan permohonan anggarannya dalam Rapat Kerja tentang Pengajuan Usulan Tambahan Pagu Anggaran 2020 Kemenpora. Rapat ini sendiri digelar oleh Komisi X di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9).
Dalam paparannya, Kemenpora menjelaskan bahwa dana tambahan itu akan digunakan untuk memuluskan langkah Indonesia yang berhasrat menjadi tuan rumah Olimpiade 2020. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan antara lain promosi Indonesia sebagai tuan rumah di Olimpiade 2020 Tokyo, rapat dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC), dan pembentukan panitia bidding.
Menanggapi hal ini, Imam mengaku berharap agar usulan yang diajukannya bisa disetujui Komisi X DPR RI. Kalaupun tidak bisa dikabulkan, ujar Imam, ia mengaku Kemenpora siap menyisihkan anggaran dari dana reguler.
"Kalau itu usulan tambahan (dikabulkan), akan dilaksanakan di tahun anggaran 2020," ujar Imam. "Namun kalau memang tidak teranggarkan, bisa diambil dari dana reguler yang sudah ada."
"Bisa diambil dari Rp 1,7 triliun (dana Kemenpora tahun depan)," imbuhnya. "Itu toh masih belum final."
Imam pun mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder terkait untuk turut membantu usaha Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Kerja sama antarlembaga, jelas Imam, merupakan kunci untuk merealisasikan ambisi ini.
"Kami akan terus melakukan koordinasi dengan petugas kementerian agar kerja menuju olimpiade," pungkas Imam. "Tak hanya jadi tugas kami di Kemenpora, akan tetapi tugas bersama, entah Kementerian Luar Negeri, (Kementerian) Perdagangan, dan kementerian lainnya."
(wk/elva)