Tak Hanya Indonesia, Menkominfo Sebut Hoaks Papua Berasal Dari 20 Negara
Nasional

Menkominfo Rudiantara menyebutkan jika pihaknya telah menemukan alamat IP para penyebar hoaks terkait Papua dan Papua Barat. Namun, dari alamat IP yang ditemukan ternyata berasal dari 20 negara di luar Indonesia.

WowKeren - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkapkan telah menemukan sejumlah alamat IP penyebar informasi bohong (hoaks) terkait Papua dan Papua Barat yang berasal dari luar negeri. Diketahui alamat IP yang paling banyak ditemukan berasal dari benua Eropa.

Meski begitu, Rudiantara tak ingin menyebut nama pasti dari negara yang berada di benua Eropa tersebut. "Yang paling banyak salah satu (negara) di Eropa," kata Rudiantara di Gedung Kemkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (3/9) malam.

Rudiantara juga mengatakan alamat IP yang ditemukan sebagai penyebar hoaks tersebut dengan rincian sedikitnya 20 negara di luar negara yang berada di benua Eropa. Namun, meski hoaks yang disebar berasal dari luar negeri bukan berarti warga dari negara tersebut yang menyebarkannya.

"Kami mencatat ada 20 negara lebih yang mention-nya berasal dari negara tersebut," kata Menteri yang akrab dipanggil Rudi ini. "Belum tentu warga negara tersebut (yang menyebarkan hoaks). Tapi (alamat IP-nya) dari negara tersebut."


Menurut penuturan Menkominfo, akun-akun ini banyak aktif di ranah media sosial Twitter. Saat ini pihak Menkominfo mengaku telah menertibkan sedikitnya 555 ribu URL (Uniform Resource Locator) yang digunakan untuk menyebarkan hoaks.

Berdasarkan data yang diperoleh, 555 ribu URL itu telah mengunggah lebih dari 100 ribu hoaks dengan menautkan sejumlah informasi. "Sampai kemarin sudah ada 555 ribu URL yang kami tertibkan. Paling banyak di Twitter," ujarnya.

Rudi menjelaskan tolak ukur dari sebuah akun di media sosial dikatakan sebagai penyebar hoaks jika memuat konten yang bersifat mengadu domba. "Saya kasih contoh, kalau beritanya ada macam-macam, kalau disinformasi masih rendah tapi kalau sudah menghasut, sudah mengadu domba itu sudah keterlaluan," katanya. "Tolak ukurnya iya hasut dan adu domba."

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan akan mencabut pemblokiran akses internet di Papua dan Papua Barat pada 5 September. Dengan syarat setelah pemerintah memastikan situasi sudah benar-benar kondusif. "Kita masih butuh waktu sebentar aja. Jadi tanggal 5 (September 2019) nanti, kalau keadaan betul- betul kondusif kita buka kembali," tutur Wiranto.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait