Otak Pembunuhan Ayah-Anak di Sukabumi Ngaku Lega Usai Bunuh Korban
Nasional

Menurut AK (45), dengan meninggalnya suami dan anak tirinya, maka rumah yang mereka miliki bisa diserahkan kepada bank untuk melunasi utangnya yang mencapai Rp 10 miliar.

WowKeren - Pembunuhan serta pembakaran ayah dan anak di Sukabumi beberapa hari lalu masih menjadi pembicaraan sejumlah pihak. Polisi pun diketahui terus mengungkap fakta di balik pembunuhan keji yang menewaskan Edi Chandra Purnama (54) dan M Adi Pradana (23) ini.

Namun fakta terbaru yang disampaikan ini patut membuat publik bergidik ngeri. Pasalnya, Aulia Kesuma (45), istri korban sekaligus otak pembunuhan keji ini mengaku lega usai menghabisi nyawa kerabatnya itu.

Aulia mengaku lega lantaran rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akhirnya disita bank guna melunasi utangnya yang mencapai Rp 10 miliar. Sebelum disita, Aulia diketahui harus membayar cicilan hingga Rp 200 juta setiap bulannya.

"Maksudnya lega itu, iya saya sempat mengucapkan alhamdulillah dalam hati," ujar Aulia yang disambut gelengan kepala tidak percaya dari kepala penyidik. "Akhirnya saya lepas dari utang yang benar-benar menghimpit saya, yakni Rp 200 juta per bulan."


Aulia mengaku sempat merasa stres dan bahkan berencana bunuh diri karena masalah utang tersebut. Ia lalu memberanikan diri meminta mendiang suaminya agar menjual rumah yang di Lebak Bulus. Nantinya uang hasil penjualan rumah itu digunakan untuk melunasi utangnya. Sayangnya permintaan Aulia itu ditolak, baik oleh suaminya maupun anak tirinya.

Penolakan itu membuat Aulia sakit hati dan merencanakan pembunuhan terhadap suami dan anak tirinya pada Juli 2019. Ia berharap rumahnya dapat disita oleh bank setelah menghabisi nyawa suami dan anak tirinya.

"Saya pikirannya waktu itu simple saja. Dengan Pak Edi enggak ada (meninggal), Dana enggak ada, rumah itu bisa disita bank dan sisanya (uang) juga enggak banyak," ucapnya, seperti dilansir Kompas. "Setelah itu saya bisa hidup damai dengan Rena (anak Edi dan Aulia)."

Pengakuan itu pun membuat polisi mengagendakan pemeriksaan kejiwaan Aulia lantaran pernyataannya yang dinilai tidak lazim. "Tentunya memang dibutuhkan penyidik. Akan kami lakukan segera ya, untuk pemeriksaan psikologi AK," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait