Tim Densus 88 berhasil meringkus tiga tersangka terduga teroris di Palu pada Selasa (3/9). Kini Kepolisian Republik Indonesia sedang mendalami kasus ini melalui sejumlah barang bukti.
- Wahyu
- Jumat, 06 September 2019 - 15:50 WIB
WowKeren - Tim Densus 88 telah berhasil meringkus tiga tersangka terduga teroris di Palu, Sulawesi Tengah pada hari Selasa (3/9) lalu. Berdasarkan keterangan pemeriksaan dari Tim Densus 88 dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), ketiga terduga pelaku diketahui berinisial ZA, A, dan AS.
Kronologi penangkapan ketiga teroris ini terjadi di lokasi yang berbeda. Tersangka dengan inisial ZA yang sebelumnya disebut CA alias Enal ditangkap oleh Tim Densus 88 di Jalan Trans Sulawesi Tengah sekitar pukul 13.40 WITA. Tersangka kedua yang berinisial A ditangkap di Jalan Benteng sementara tersangka ketiga adalah AS alias Putra alias Siregar ini ditangkap di Jalan Malaya sekitar pukul 23.00 WITA.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan dari penangkapan ketiga terduga teroris tersebut ditemukan sejumlah barang bukti. Lebih lanjut Dedi menjelaskan jika bukti yang ditemukan dari salah satu tersangka yaitu AS berupa potongan besi dan kabel buatan Amerika Serikat yang diduga akan dirakit sebagai bom pipa.
"Yang paling berbahaya AS alias Putra alias Siregar karena (ditemukan) potongan besi, rangkaian kabel, ada pipa, bubuk-bubuk ini bubuk apa masih diuji laboratorium forensik, bubuknya ini bisa digunakan untuk low eksplosif atau high eksplosif. Masuk jenis apa atau hanya powder biasa," jelas Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (5/9). "Ditemukan beberapa pipa dan pipa-pipa ini diduga dijadikan bom pipa, ada juga serbuk masih diteliti apakah merupakan bagian untuk buat bom pipa."
Selain barang bukti tersebut, Tim Densus 88 juga berhasil mendapatkan sebanyak 31 barang bukti lainnya dari AS. Barang bukti tersebut diantaranya berupa sebo, beberapa baterai, obeng, alat komunikasi, beberapa rangkaian elektronik yang sudah dirangkai, dua buah parang, panah, hingga paku yang dipotong dimasukkan ke dalam satu botol penuh dan sepeda motor.
Tim Densus 88 juga berhasil menemukan sebanyak 14 barang bukti dari tersangka ZA. Barang bukti yang ditemukan diantaranya yaitu sepeda motor, kunci T yang diduga digunakan untuk pencurian kendaraan bermotor, uang Rp1,8 juta, badik, parang, buku-buku tentang syiah, zebo, dan beberapa perlengkapan perorangan.
Sementara dari tersangka A ditemukan sebanyak 34 barang bukti. Barang bukti tersebut diantaranya yaitu buku-buku jihad, buku tentang merakit bom, perlengkapan perorangan, buku tabungan Bank Mandiri, kartu ATM, sebo loreng, jaket, senapan angin, peluru angin, busur panah sebanyak 17 buah, ketapel besi, peredam senapan angin, teleskop, parang, dan peralatan komputer, printer dan sepeda motor.
Kepolisian juga mengungkapkan berdasarkan bukti-bukti dan keterangan yang telah didapatkan, ketiga tersangka diduga telah secara aktif mengikuti idad dan pelatihan militer dengan belajar menembak. "Setiap keluar rumah selalu persiapkan diri bawa parang dan golok. Beberapa kali mengikuti pelatihan militer atau idad, antara lain latihan menembak dengan gunakan senjata angin dan latihan fisik lainnya," tutur Dedi Prasetyo.
(wk/wahy)