Jokowi Akan Bangun Istana Presiden Di Papua, PUPR Siapkan Dana Cadangan Rp300 M
Nasional

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menyetujui rencana pembangunan istana negara di Papua. Kini PUPR akan menyiapkan dana cadangan hingga Rp300 miliar.

WowKeren - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menyetujui rencana pembangunan istana negara baru di Papua. Sebelumnya sejumlah perwakilan tokoh dari Papua telah diundang Presiden Jokowi ke istana presiden untuk mendiskusikan segala permasalahan yang terjadi di Papua.

Dalam pertemuan tersebut, mereka mengajukan sembilan permintaan pada Jokowi yang dinilai dapat menjadi solusi dari berbagai masalah yang muncul di Papua salah satunya adalah pembangunan istana negara di Papua. Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo yang bahkan telah menawarkan secara gratis kepada Jokowi lahan seluas 10 hektare untuk membangun Istana Kepresidenan di Papua.

"Terakhir, membangun Istana Presiden di Papua di Kota Jayapura. Saya berkenan dengan pesan almarhum Soekarno," kata Abisai Rollo di Istana Kepresidenan pada Selasa (10/9). "Maka saya menyumbangkan lahan 10 hektar untuk dibangun Istana Kepresidenan RI. Sehingga perjalanan ke Papua, berubah dari berkunjung menjadi berkantor."

Kini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membeberkan dana yang disiapkan untuk merealisasikan rencana ini. Dana yang dimiliki merupakan dana cadangan sebesar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar yang bisa digunakan untuk membangun istana presiden baru di Papua.


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan jika dana tersebut merupakan akumulasi dari setiap dana cadangan yang disiapkan di setiap Direktorat Jenderal Kementeriannya. Dana tersebut merupakan dana cadangan yang digunakan khusus untuk membangun infrastruktur yang perlu dibangun secara mendadak.

"Jadi pasti ada cadangan-cadangan yang harus bisa memenuhi kebutuhan unallocated," jelas Basuki Hadimuljono di JIExpo, Jakarta pada Rabu (11/9). "Bukan mengganggu program yang ada, tapi ada memang dana cadangan, dana darurat sebesar Rp300 miliar."

Basuki menuturkan jika pencadangan dana dadakan ini biasa tak hanya berlaku di Kementerian PUPR namun juga di institusi lainnya. Kementerian PUPR biasa menggunakan dana cadangan ini untuk merekonstruksi wilayah-wilayah yang terdampak bencana.

Walau begitu pihaknya masih belum mengetahui apakah anggaran ini mencukupi untuk mendanai pembangunan istana presiden di Papua tersebut atau tidak. Hal ini didasari oleh biaya kontruksi di Papua yang memang terbilang mahal seperti contohnya harga tanah di Papua sendiri bisa mencapai Rp100 juta per meter persegi yang belum ditambah dengan harga material yang begitu mahal.

Rencananya istana presiden di Papua akan dibangun di bukit yang berdekatan dengan jembatan Holtenkamp, namun pihaknya juga belum memastikan tentang status tanah di lokasi tersebut. "Belum tahu saya, karena di sana kan banyak kepala suku, sehingga mungkin akan kami lihat dulu. Kalau menurut mereka sih oke saja, tapi kan belum tahu," kata Basuki.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait