Pengakuan Penggali Kubur BJ Habibie: Tanahnya Lembut dan Gampang
Nasional
BJ Habibie Meninggal Dunia

Tukang gali kubur di TMP Kalibata, Isa Anshori, mengaku tak begitu kaget mendengar kabar wafatnya BJ Habibie. Pasalnya, selama beberapa pekan belakangan, Isa tak lagi menjumpai sosok Habibie di makam Ainun setiap hari Jumat.

WowKeren - Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, tutup usia pada Rabu (11/9). Habibie akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, di samping pusara mendiang sang istri, Hasri Ainun Besari.

Kabar duka tersebut rupanya tidak terlalu mengejutkan bagi tukang gali kubur di TMP Kalibata, Isa Anshori. Pasalnya, selama beberapa pekan belakangan, Isa sama sekali tak lagi menjumpai sosok Habibie di makam istrinya setiap hari Jumat.

Menurut Isa, absennya Habibie berziarah ke makam Ainun yang wafat pada 22 Mei 2010 silam tersebut terasa ganjil. Staf Habibie lah yang justru menggantikan bapak teknologi tersebut datang ke TMP selama beberapa Jumat terakhir.

"Karena setiap Jumat kok stafnya terus yang ke makam Bu Ainun, ya saya kira sakit," tutur Isa dilansir CNN Indonesia pada Kamis (12/9). "Karena Pak Habibie tidak mungkin absen kecuali ke luar negeri atau sakit. Ini beberapa hari stafnya terus."

Isa pun mengenang sosok Habibie sebagai orang yang baik. Ia juga menilai Habibie sebagai orang yang ramah dan religius. Meski tak pernah mengenal Habibie secara pribadi, Isa kerap berpapasan atau melihat Habibie dari jauh kala Presiden ke-3 RI tersebut berziarah ke makam Ainun.


Perintah untuk menyiapkan makam Habibie pun datang pada Rabu petang. Isa langsung menuju TMP Kalibata untuk bertemu anggota tim penggali kubur Habibie yang lain usai salat maghrib.

"Terus pimpinan kasih instruksi untuk menggali, membuat lubang. Biasa kalau kita ada pemakaman di WhatsApp group: bikin lubang di petak M. Lalu laksanakan," ujar Isa. "Waktu dikabari saya lagi di rumah, tapi rumah kan dekat kompleks (pemakaman). Jadi langsung ke sini."

Tim penggali kubur mulai berkumpul dan melakukan persiapan pada pukul 19.00 WIB. Penggalian liang lahat pun dilanjutkan sekitar pukul 20.00 WIB hingga 23.30 WIB.

"Dari lubang sendiri itu tanahnya lembut dan gampang, tidak ada batu, tidak ada apa," ungkap Isa. "Biasanya mah ada batu atau kerikil, ada kayu. Jadi untuk yang ini enggak terlalu keras tanahnya."

Usai menggali, mereka menyiapkan karpet dan tenda untuk pemakaman Habibie. Sedangkan persiapan lainnya baru dilakukan pada pagi tadi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts