Belum jelas apa latar belakang di balik kericuhan yang terjadi. Namun polisi menyatakan bentrok antara massa pendukung pimpinan baru KPK dengan wadah pegawai lah yang menjadi awal mula peristiwa ini.
- Elvariza Opita
- Jumat, 13 September 2019 - 17:47 WIB
WowKeren - Aksi massa berujung kericuhan terjadi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kerusuhan pecah lantaran massa merangsek masuk untuk melepas kain hitam penutup logo KPK.
Untuk diketahui, kain hitam ditutupkan pada logo KPK sebagai wujud protes soal bermasalahnya seleksi calon pimpinan lembaga antirasuah. Selain itu kain hitam juga merupakan simbol perlawanan pegawai KPK terhadap rencana revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002.
Massa demonstran, yang notabene merupakan pendukung pimpinan baru KPK, berusaha untuk melepas kain tersebut. Hal inilah yang menjadi awal mula kericuhan yang terjadi.
"Tadi ada sedikit kesalahpahaman antara kelompok yang melakukan unjuk rasa terkait dengan hasil keputusan pansel capim KPK dengan pegawai atau wadah dari KPK," jelas Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Bastoni Purnomo di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (13/9). "Dapat kita atasi situasinya dan saat ini kondisi sudah kondusif."
Menurutnya, massa yang demo di depan KPK sudah mengantongi izin. Bastoni mengatakan mereka berasal dari tiga aliansi. "Betul, ada tiga aliansi. Tiga aliansi tersebut yang mendukung keputusan pansel capim KPK," jelasnya, dilansir Detik News.
Namun demikian, Bastoni mengaku masih akan mendalami demonstrasi ini. Ia akan mencari tahu latar belakang di balik aksi yang berujung kericuhan tersebut.
Lebih lanjut, polisi mengaku telah mengumpulkan barang bukti. Namun demikian, hingga kini, polisi belum mengamankan seseorang dalam peristiwa ini. "Belum ada yang kita amankan, tetapi akan kita dalami, saksi-saksi akan kita periksa," pungkasnya.
Sebelumnya situasi di depan Gedung KPK sempat tak kondusif. Pasalnya massa yang semula hanya berjumlah 25 orang jadi membludak.
Pihak kepolisian lantas berusaha menghalau massa dengan menembakkan gas air mata. Massa spontan berhamburan ke Jalan Rasuna Said, Kuningan, sehingga menyebabkan arus lalu lintas sempat bermasalah.
Sementara itu, Ketua KPK untuk periode 2019-2023 telah dipilih oleh DPR RI. Adalah Irjen Pol Firli Bahuri yang terpilih untuk mengepalai lembaga antirasuah tersebut. Terpilihnya Firli ini tak lepas dari kontroversi, bahkan sampai membuat Wakil Ketua dan Penasihat KPK periode 2015-2019 mengundurkan diri.
(wk/elva)