Bayi Usia 4 Bulan Dikabarkan Meninggal Jadi Korban Kabut Asap Sumsel
Twitter/ranisoray
Nasional

Dari diagnosa awal, bayi bernama Elsa itu disebut terserang ISPA. Bayi tersebut juga sempat diminta dirujuk ke RS Muhamad Hosein Palembang, namun kala itu tak ada kamar kosong.

WowKeren - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah masih menjadi permasalahan RI yang belum terpecahkan. Kabut asap dari karhutla di Sumatera Selatan bahkan kini menelan korban jiwa.

Bayi berusia 4 bulan asal Banyuasin bernama Elsa Fitaloka meninggal dunia akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). "Ada bayi meninggal dunia sekitar pukul 18.35 WIB ketika dirawat di rumah sakit. Menurut analisa awal akibat ISPA," tutur anggota BPD Dusun III, Talang Buluh, Banyuasin, Agus Darwanto, dilansir detikcom, Minggu (15/9).


Menurut Agus, bayi yang menjadi korban tersebut merupakan warganya. Ia merupakan anak dari pasangan Nadirun dan Ita Septiana.

"Mulai sesak nafas kemarin malam dan masih di rawat di rumah," jelas Agus. "Tadi pagi lihat kondisinya semakin parah, dirujuklah ke rumah sakit Ar-Rasyid di Palembang dan meninggal."

Agus menjelaskan bahwa dari diagnosa awal, Elsa disebut terserang ISPA. Bayi tersebut juga sempat diminta dirujuk ke RS Muhamad Hosein Palembang, namun kala itu tak ada kamar kosong.

"Sempat dibawa ke bidan desa, kata ibu bidan sudah parah dan harus dibawa ke rumah sakit. Itulah kami bawa ke rumah sakit Ar-Rasyid untuk penanganan," tutur Agus. "Diagnosa awal dokter bilang kena ISPA, Elsa juga kemarin memang sesak nafas. Itu bersamaan saat kabut asap kemarin tebal sekitar pukul 23.00 WIB."

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Hakim, pihaknya telah menurunkan tim ke rumah sakit Ar-Rasyid, tempat awal korban dirawat. "Kami sudah dapat info dan langsung diterjunkan tim ke sana sekarang juga. Kami turut berduka cita," ujar Halim.

Selain itu, Hakim juga mengaku telah mengimbau agar masyarakat menggunakan masker sebelum kondisi kabut asap menebal. Ia juga mengimbau untuk mengurangi kegiatan di luar rumah.

"Keadaan asap tebal ini jangan keluar rumah kalau tidak penting," pungkas Hakim. "Sebaiknya memakai masker, di Dinas Kesehatan dan perangkat telah siap 24 Jam untuk melayani masyarakat."

You can share this post!

Related Posts
Loading...