Menurut Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol CPL Eko Daryanto, prajurit TNI yang tewas dalam kerusuhan tersebut bernama Praka Zulkifli dari satuan Yonif 751/Raider.
- Bertilia Puteri
- Senin, 23 September 2019 - 15:55 WIB
WowKeren - Aksi demo Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di daerah Expo Waena, Jayapura, Papua, pada hari ini (23/9) rupanya berakhir rusuh. Aksi rusuh tersebut terjadi usai mahasiswa eksodus dipulangkan dari Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen).
Seorang prajurit TNI pun tewas di tengah aksi rusuh tersebut. Menurut Kodam XVII/Cenderawasih, prajurit TNI yang tewas tersebut bernama Praka Zulkifli dari satuan Yonif 751/Raider.
Praka Zulkifli diduga tewas dibacok di bagian kepala oleh oknum AMP. Korban sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.
"Almarhum mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang," jelas Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol CPL Eko Daryanto dalam keterangan tertulis, Senin (23/9). "Korban sempat dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Namun karena pendarahan yang hebat, nyawa Praka Zulkifli tidak dapat terselamatkan."
Eko pun membeberkan bahwa pembacokan tersebut terjadi setelah massa AMP melakukan demo di depan Auditorium Uncen. Mereka menuntut pendirian posko bagi mahasiswa Papua yang pulang dari studi di luar Bumi Cenderawasih, alias mahasiswa eksodus.
Aksi tersebut, tutur Eko, tidak mendapat izin baik dari Polda Papua maupun Rektorat Uncen. Sehingga mereka difasilitasi oleh petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bus umum dengan dikawal aparat keamanan.
Praka Zulkifli sendiri diketahui mengemudikan kendaraan dinas yang mengawal massa AMP. "Sekitar pukul 11.00 WIT, setibanya di daerah Expo Waena, massa AMP yang baru turun dari kendaraan berbalik menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka pulang," jelas Eko.
Selain menyerang aparat, Eko juga menyebut bahwa massa AMP juga berusaha untuk memprovokasi masyarakat Papua di Expo Waena. Sehingga masyarakat mau melakukan aksi anarkis berupa pembakaran terhadap berbagai fasilitas umum sekaligus rumah penduduk.
"Almarhum Praka Zulkifli yang sedang beristirahat sejenak usai mengantar pasukan pengamanan tiba-tiba diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam," ujar Eko. "Rencana pemakaman akan dikoordinasikan oleh Danyonif 751/Raider dengan keluarga korban."
(wk/Bert)