Menurut pejabat Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya, Arisman Chaniago, kenaikan harga tersebut terjadi tanpa petunjuk pemerintah.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 27 September 2019 - 13:11 WIB
WowKeren - Harga bensin eceran di pinggir jalan pusat Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, meroket pasca kerusuhan yang terjadi di wilayah tersebut. Dari Rp 20 ribu per liter menjadi Rp 80 ribu.
Persediaan menjadi terbatas lantaran sebagian besar penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran tutup akibat kerusuhan. Menurut pejabat Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya, Arisman Chaniago, kenaikan harga tersebut terjadi tanpa petunjuk pemerintah.
Meroketnya harga bensin terjadi lantaran tempat pengisian BBM tutup. Tak hanya itu, pengusaha bahan pokok juga belum membuka tempat usaha mereka.
"Kalau ada harga yang mencapai Rp 100 ribu per liter di Kota Wamena itu harga yang ditetapkan oleh oknum," ujar Arisman dilansir Antara pada Jumat (27/9). "Dan kami dari Disnaker akan tindak tegas dengan pencabutan surat izin."
Selain harga BBM, harga sayur di sejumlah tempat juga dilaporkan naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 30 ribu per ikat. Pemerintah pun berharap agar pedagang tidak mengambil kesempatan dari kerusuhan tersebut untuk menaikkan harga kebutuhan pokok.
"Kami sampaikan kepada para pedagang untuk membuka kios-kios yang masih ditutup untuk melayani kebutuhan masyarakat," tutur Arisman. "Dan kami akan melakukan pemantauan harga."
Sementara itu, berdasarkan pantauan tampak sejumlah toko dan kios penyedia bahan pokok di pusat Kota Jayawijaya mulai dibuka usai tutup selama 3 hari. Sedangkan penjual BBM jenis solar dan eceran masih belum banyak yang buka.
Diketahui, kerusuhan kembali terjadi di Wamena pada Senin (23/9). Tak tanggung-tanggung, massa nekat merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk membakar kantor Bupati Jayawijaya.
Kerusuhan tersebut membuat PT Pertamina (Persero) menutup kelima lembaga penyalur BBM yang merupakan SPBU Kompak di Wamena pada Selasa (24/9) kemarin. Penutupan SPBU tersebut akan terus berlangsung hingga mendapat rekomendasi dari aparat keamanan untuk beroperasi kembali.
(wk/Bert)