Sejumlah ormas Islam bersama-sama menggelar aksi bertajuk 'Mujahid 212 Selamatkan NKRI' pada Sabtu (28/9). Aksi sedianya digelar di Istana Merdeka, namun saat ini massa masih tertahan di Patung Kuda.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 28 September 2019 - 10:49 WIB
WowKeren - Aksi "Mujahid 212 Selamatkan Negeri" digelar pada Sabtu (28/9) pagi. Sekelompok massa dari berbagai ormas Islam terlihat melakukan long march menuju Istana Negara demi menyuarakan aspirasi mereka atas sejumlah isu yang ramai dibicarakan belakangan ini.
Aksi ini pun mendapat pengawalan ketat dari Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam pengawalan ini, pihak kepolisian mengaku sudah mengantisipasi adanya penyusup di aksi massa.
"Kalau nanti ada penyusup atau ada provokator dan sebagainya, kami bersiap dengan semua kemungkinan," ujar Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo Chondro, di sekitaran Jalan MH Thamrin, Sabtu (28/9). "Itu bagian dari pengamanan pada hari ini."
"Tentunya semua kerawanan, kami lakukan antisipasi," imbuhnya. "Baik itu kerawanan seperti kemacetan lalu lintas atau aksi-aksi lain."
Oleh karena itu, ia pun mengimbau agar massa aksi mujahid 212 bisa bersikap kooperatif dengan aparat keamanan. Susatyo juga mengimbau supaya massa segera menuju area Patung Kuda yang menjadi titik orasi aksi.
Terkait dengan rekayasa lalu lintas, Susatyo mengaku belum akan memberlakukan. Pasalnya situasi saat ini masih lancar dan kondusif. Namun bila jumlah massa semakin banyak, rekayasa lalu lintas akan segera diberlakukan pihak kepolisian.
"Situasi arus lalu lintas saat ini di Bundaran HI masih lancar," katanya. "Dan massa juga masih kooperatif untuk kami berikan imbauan-imbauan untuk menuju ke Patung Kuda."
"Kami akan melihat berapa jumlah massa yang akan hadir hari ini," imbuhnya. "Apabila nanti telah memenuhi jalan, tentu akan ada rekayasa arus lalu lintas, tergantung pada situasi."
Terkait dengan waktu pelaksanaan aksi, Susatyo mengaku belum dapat memastikan. "Nanti kami lihat perkembangan situasinya seperti apa. Tapi kami telah berkoordinasi dan juga mengimbau secara persuasif pada semua masyarakat untuk kegiatan hari ini," jelasnya, dikutip dari laman Tribun News.
Sementara itu, massa aksi saat ini sudah mulai memadati kawasan Patung Kuda. Orator dan ketua panitia pun terpantau sudah menaiki mobil komando untuk memimpin jalannya aksi.
Setidaknya ada empat tuntutan yang akan diajukan pada aksi kali ini. Keempatnya berkaitan dengan isu yang ramai belakangan, yakni soal demonstrasi mahasiswa, tindakan represif aparat, kerusuhan Papua, dan penanganan karhutla.
(wk/elva)